Gebyar Layar Persia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bocah berusia 14 tahun asal Iran bagian selatan itu bernama Reza Amrezi. Dalam perjalanan menuju Teheran, dia bertemu dengan seorang nenek dan mereka pun jadi teman akrab. Sayang, setibanya di Teheran, sang nenek terkena serangan jantung.Kisah tersebut membuka film The Traveller from South (Mosafere Jonub) yang ditulis dan disutradarai Parviz Shahbazi ini. Film terbaik Cinequest San Jose Film Festival 1999 dan peraih penghargaan emas pada Tokyo International Film Festival 1997 itu merupakan film perdana program Parade Film Iran di stasiun televisi Lativi sejak 25 September lalu.Drama kehidupan Reza dalam film berdurasi 90 menit itu terus bergulir. Bocah cilik tersebut menemukan kenyataan bahwa sang nenek tinggal sebatang kara di negeri itu. Anak yang dimiliki sang nenek saat ini ternyata tinggal di Jerman. Mau tak mau Rezalah satu-satunya orang yang harus merawat sang nenek dan membawanya ke rumah sakit.Banyak hal yang harus dikorbankan Reza untuk mengurus sang nenek di rumah sakit. Banyak waktu yang harus terbuang saat mengurus administrasi rumah sakit. Belum lagi perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang kota yang harus diterima Reza saat itu.Selain perjalanan Reza untuk menolong wanita tua dalam The Traveller from South, sembilan film Iran lainnya digelar Lativi saban Sabtu pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Menurut juru bicara Lativi, Raldy Doye, penayangan film Iran merupakan sebuah alternatif tontonan bagi pemirsa. "Film-film Iran merupakan salah satu kekuatan sinema di Asia. Karya-karya dari negeri itu banyak menyabet penghargaan perfilman bergengsi internasional, misalnya Children of Heaven," ujar Raldy.Imbas penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari tampak dalam produksi sinema. Menurut Raldy, sistem sensor dalam perfilman Iran sangat ketat. Hal ini bahkan sudah dimulai sejak pembuatan skenario film. Akibatnya, sedikit sekali celah untuk melakukan hal-hal di luar sensor.Namun, hal tersebut tidak membuat sineas Iran kehilangan kreativitas. "Para sineas tersebut justru melihat peluang besar dalam membuat tema-tema tentang anak dan keluarga. Dan hasilnya pun luar biasa," kata Raldy.Selama ini, kata Raldy, citra sebagai stasiun televisi yang banyak menayangkan program anak mendorong stasiun itu mengakomodasi sinema Iran selama bulan Ramadan. "Bila tanggapan pemirsa bagus, kami akan memperpanjang program ini hingga di luar bulan Ramadan," kata Raldy.Film-film Iran yang ditayangkan Lativi sarat pesan-pesan positif, seperti persahabatan dan kasih sayang sesama manusia hingga makhluk lainnya. "Ceritanya pun bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari," tutur Raldy.First Grade, misalnya, bercerita tentang seorang bocah bernama Javad. Lantaran memelihara dua ekor burung, Javad kesal pada seekor kucing yang selalu berusaha memangsa peliharaannya. Namun, kegeraman Javad kepada sang kucing berubah saat melihat kucing itu memiliki tanggungan lain, yakni anaknya. Selain Lativi, stasiun televisi lain, yakni ANTV, rupanya tertarik menayangkan sinema Iran dalam programnya. Pada 1 Oktober lalu diputar film perdana bertajuk Willow Wind besutan sutradara Mohamad Ali Talebi. Film ini meraih berbagai penghargaan international, termasuk Elephant Award di India. Film ini berkisah tentang usaha seorang anak kecil memasang kaca jendela sekolah. Sebanyak lima film Iran pilihan sineas Garin Nugroho akan diputar setiap Minggu pukul 13.20 WIB di ANTV. Selain Willow Wind, akan diputar pula film Hayat besutan sutradara Gholam Reza Ramezani, yang meraih penghargaan best film di Children Film Festival pada ajang Berlin Film Festival.Sinema Iran yang ditayangkan kedua stasiun televisi itu sama-sama memiliki kekuatan khas film Iran. Ciri khas ini menyeruak lantaran sineas Iran mampu membawa religiositas dalam hidup sehari-hari tanpa menggurui dan penuh dogma. Religiositas itu muncul dengan keindahan yang bersahaja tentang pertanggungjawaban, pencarian prestasi tanpa menghilangkan sikap berbagi, kerja keras, penghormatan kehidupan manusia lain, serta kebersamaan.SITA PLANASARI A

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.