Di Java Jazz, Afgan Syah Reza Suka dengan Musik 90-an  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi solo Afgan Syahreza tampil dalam Konser Ramadan Penuh Syukur di Studio Penta SCTV, Jakarta, 16 Juli 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi solo Afgan Syahreza tampil dalam Konser Ramadan Penuh Syukur di Studio Penta SCTV, Jakarta, 16 Juli 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Afgan Syah Reza kembali meramaikan ajang musik tahunan, Java Jazz Festival. Afghan Syah Reza berhasil menghibur para pengunjung di hari ke-2 Java Jazz Festval 2017. Dalam show-nya malam itu Afgan Syah Reza sempat menyanyikan lagu milik Bruno Mars, Versace on The Floor yang memiliki nuansa musik '90-an. "Gue termasuk suka musik '90-an. Java Jazz tahun lalu saya nyanyi untuk Tribute to the '90s artist," kata Afgan Syah Reza di paggung Java Jazz, Jiexpo Kemayoran, JAkarta Pusat, Sabtu, 5 Maret 2017.

    Baca juga: Afgan Syah Reza Kerja Bareng dengan Produser Mark Hill

    Afgan Syah Reza ini pun mengungkapkan alasannya mengapa ia sangat suka musik pada era '90-an. "Musik '90-an terdengar lebih melodis beda sama musik zaman sekarang yang kedengarannya sama," kata Afgan Syah Reza.

    Untuk itu, Afgan Syah Reza menyanyikan lagu Versace on The Floor milik Bruno Mars. Lagu ini merupakan salah satu lagu yang memiliki nuansa '90-an di album Mars yang bertajuk 24K Magic. "Buat Bruno Mars, makasih udah bawa musik era '90-an," kata Afgan Syah Reza.

    Versace on The Floor bukan satu-satunya lagu penyanyi asing yang Afgan bawakan malam itu. Sebelumnya, Afgan juga membawakan lagu milik mendiang George Michael, I Can't Make You Love Me.

    Semenjak dinyanyikan oleh Adele, Afgan mengaku suka pada lagu ini. "Ini lagunya sedih dan emosional sekali. Yang mau nangis silakan. Saya juga mau nangis. Enggak, apa-apa, ya, kita, kan sama," kata Afgan Syah Reza. *

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.