Peggy Melati Sukma dan Raffly Kande Galang Dana di Qatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peggy Melati Sukma. TEMPO/Nurdiansah

    Peggy Melati Sukma. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Doha - Musisi asal Aceh, Rafly Kande, dan pesinetron Peggy Melati Sukma menggelar konser amal guna menggalang dana bagi korban bencana gempa di Aceh yang merupakan kerjasama masyarakat Serambi Mekkah di Qatar (Masmeqar), KBRI Doha dan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) di Kota AlKhor sekitar 60 kilometer dari kota Doha.

    Kegiatan ini juga memperoleh sponsor dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) beserta Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang mengalami bencana gempa pada 7 Desember 2016 lalu, demikian Minister Counsellor KBRI Doha, B. Dharmawan kepada Antara, Ahad, 19 Februari 2017.

    Dubes RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi menyambut baik konser amal tersebut dan mengapresiasi kegiatan penggalangan dana untuk bencana yang dirangkai dengan promosi seni budaya Indonesia.

    Antusiasme komunitas diaspora Indonesia di Qatar menyaksikan penampilan Rafly dan Peggy begitu tinggi terlihat dengan jumlah penonton hadir yang memadati gedung pertunjukan di AlK Community di AlKhor. 

    Malam pengumpulan dana ini dimotori Peggy Melati Sukma dan Nong Niken, pemenang Kontes Dangdut Indonesia dan pembawa acara Hijab Muslim pada TV MNC. Dia turut menghibur sebagai pembawa acara.  Ketua Panitia Pelaksana, Hermansyah, mengatakan konser amal dilakukan selama empat hari di berbagai tempat di kota Alkhor, Wakrah dan Doha dari tanggal 17 hingga 20 Februari 2017.

    Menurut Bendaharawan Masmeqar, Said Malawi,  dipilihnya kompleks Al-Khor Community (AKC), Alkhor, karena terdapat komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia dengan sekitar 1500 WNI. Pada malam dana terkumpul sekitar Rp 450 juta. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.