Tantangan Morgan Oey Berperan Sebagai Pengidap Alzheimer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga Citra Lestari (kanan) berfoto bersama Morgan Oey menunjukkan novel yang akan diperankan dalam film Jilbab Traveler Love Sparks In Korea dalam konferensi di Jakarta, 13 November 2015. BCL dan Morgan Oey akan menjadi pemeran utama dalam film ini. TEMPO/Nurdiansah

    Bunga Citra Lestari (kanan) berfoto bersama Morgan Oey menunjukkan novel yang akan diperankan dalam film Jilbab Traveler Love Sparks In Korea dalam konferensi di Jakarta, 13 November 2015. BCL dan Morgan Oey akan menjadi pemeran utama dalam film ini. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Handi Morgan Winata atau yang lebih akrab disapa Morgan Oey kembali meluncurkan film terbarunya, Mooncake Story. Dalam film ini, ia memerankan tokoh David, pria yang mengidap penyakit alzheimer.

    Morgan mengatakan, peran ini menantang. "Berperan disini membutuhkan effort lebih. Saya juga ditantang sama mas Garin (sutradara) 'bisa, enggak lo?'" kenang Morgan saat konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 13 Februari 2017.

    Sebelum memerankan tokoh ini, Morgan mengaku sempat melakukan riset mengenai pengidap penyakit lupa tersebut. "Kondisi orang yang terkena alzheimer itu sebetulnya kompleks. Mau dibilang menyedihkan, tapi mereka kelihatan happy," ujar dia.

    Dari hasil risetnya juga ia menemukan bahwa penderita alzheimer akan hanya mengingat hal-hal tertentu. "Mereka cuma ingat yang Baru-baru aja atau sebaliknya, mereka cuma ingat masa lalu," terang dia.

    Selain mempelajari mengenai alzheimer, hal lain yang menantang bagi Morgan adalah David merupakan karakter yang jauh lebih matang dibandingkan Morgan. "Ini juga jadi tantangan apakah saya terlalu muda untuk karakter ini? Karena awalnya mereka membutuhkan karakter yang sesuai dengan umurnya," terang pria berusia 26 tahun ini.

    Mantan personel grup vokal Sm*sh ini menceritakan tokoh David dalam Mooncake Story adalah seseorang pengusaha muda yang sukses. Namun, ia mengidap penyakit alzheimer. "Ini potret yang menunjukkan enggak semuanya orang yang punya ekonomi rendah saja yang punya masalah. Seorang pengusaha sukses pun punya masalah tersendiri," katanya.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.