Jadi Backpacker, Maudy Ayunda Sempat 'Gosong'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Maudy Ayunda saat menghadiri peluncuran single terbarunya bartajuk Jakarta Ramai di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, 8 Januari 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Maudy Ayunda saat menghadiri peluncuran single terbarunya bartajuk Jakarta Ramai di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, 8 Januari 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Oxford, Inggris, aktris Maudy Ayunda masih aktif syuting di tanah air dan beberapa negara. Dalam film terbarunya, Maudy akan berperan sebagai seorang pelopor backpacker.

    "Aku baru selesai syuting tahun lalu untuk Maret ini. Aku berperan sebagai pioneer backpacker wanita di Indonesia," tutur Maudy di Ballroom Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Januari 2017.

    Sementrara itu, proses syuting sendiri dilakukan di berbagai daerah. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di negara manca. "Syutingnya dimana-mana. Di Malta, Filipina, Lampung, Makassar. Pokoknya aku sempat gosong, lah," kata dia.

    Maudy menerangkan cerita film yang akan ia bintangi tersebut berdasarkan catatan perjalanan penulis dan backpacker asal Indonesia, Trinity. "Filmnya dari buku  The Naked Traveler," kata pelantun Perahu Kertas ini.

    Serial buku The Naked Traveler merupakan salah satu buku terlaris di Indonesia. Mulanya, Trinity hanya menuliskan kisah perjalanan dalam sebuah blog setiap kali berwisata dengan gaya bahasa yang ringan dan lucu. Namun, karena banyak dibaca, muncullah ide menuliskan pengalaman Trinity dalam sebuah buku.

    DINI TEJA

    Baca: 

    Hakim Tak Izinkan Ahok Tanggapi Pandangan Jaksa

    Tak Boleh Tanggapi Pendapat Jaksa, Ini Reaksi Pengacara Ahok


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.