Festival Sinema Prancis Digelar Awal Desember 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok burung yang terbang diatas Taj Mahal menambah keindahan situs bersejarah Taj Mahal, Agra Uttar Pradesh , India (19/3). Taj Mahal dibangun oleh raja Mughal, Shah Jahan untuk istrinya ke 14  Mumtaz Mahal yang meninggal karena melahirkan, Taj Mahal merupakan salah satu banguna yang paling simetris secara arsitekturnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sekelompok burung yang terbang diatas Taj Mahal menambah keindahan situs bersejarah Taj Mahal, Agra Uttar Pradesh , India (19/3). Taj Mahal dibangun oleh raja Mughal, Shah Jahan untuk istrinya ke 14 Mumtaz Mahal yang meninggal karena melahirkan, Taj Mahal merupakan salah satu banguna yang paling simetris secara arsitekturnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun 2015 ini, Institut Français d'Indonésie (IFI) kembali menggelar Festival Sinema Prancis (FSP) yang ke-20. Festival ini akan dilaksanakan pada 3-6 Desember 2015 di sembilan kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Balikpapan.

    "Festival Sinema Prancis ke-20 ini menjadi momen untuk melihat banyaknya perubahan yang luar biasa di dunia perfilman Prancis," ujar Direktur IFI Marc Piton dalam jumpa pers di Auditorium IFI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 25 November 2015.

    Kali ini, FSP menyajikan tiga program, yaitu Panorama, Fokus, dan Kompetisi Film Pendek. Dalam program Panorama, FSP akan menayangkan delapan film unggulan Prancis yang baru-baru ini diproduksi. Adapun kedelapan film tersebut adalah Dheepan, Les Nouvelle Aventures d’Aladin, Taj Mahal, Le Petit Prince, La Famille Bélier, Pourquoi j’ai Pas Mange Mon Pére, La French, dan Le Père Noël.

    "Panorama menyajikan film terbaru yang mewakili wajah perfilman Prancis belakangan ini. Film-film tersebut datang dari pelbagai genre, ada drama, komedi, laga, dan animasi," ujar Arnaud Miquel Festival Programmer dan Koordinator Audio Visual IFI.

    FSP 2015 juga menyertakan program Fokus yang didedikasikan untuk kolaborasi film Prancis dan film Indonesia. Nantinya, akan ada lima film Indonesia yang diputar, yaitu Sang Penari, Laut Bercermin, Berbagi Suami, The Photograph, dan Garuda Power: The Power Within.

    Untuk pertama kalinya juga, FSP menunjuk dua sineas Indonesia sebagai dutanya. Mereka adalah aktris Tara Basro dan sutradara Garin Nugroho.

    "Ini bukan hanya festival pemutaran film. Ini juga menjadi kolaborasi yang bagus dalam bentuk kemitraan Indonesia-Prancis di bidang sinema. Karena itu, kami memilih dua orang bertalenta tinggi itu (Garin dan Tara)," tutur Marc Piton.

    Terakhir, FSP 2015 juga mengadakan kompetisi film pendek bagi sineas muda di Indonesia. Pemenangnya akan diajak ke Prancis untuk menyaksikan FSP yang digelar di sana. Selain itu, pemenangnya juga akan diajak membuat film bersama sineas Prancis.

    Pemutaran film program Panorama dikenakan tiket Rp 35 ribu untuk umum dan Rp 30 ribu untuk pelajar. Sedangkan untuk program Fokus dan Film Pendek tidak dipungut bayaran. Mengenai detail jadwal dan lokasi pemutaran film dapat diakses di www.festivalsinemaprancis.com.

    LUHUR TRI PAMBUDI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.