Olga Lydia Nilai Resepsi Putra Jokowi Hal Yang Pantas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Olga Lydia berjalan di atas cat walk dengan mengenakan busana terbaru karya Anne Avantie dalam pagelaran akbar bertajuk Merenda Kasih di Jakarta Convention Center, 3 September 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Olga Lydia berjalan di atas cat walk dengan mengenakan busana terbaru karya Anne Avantie dalam pagelaran akbar bertajuk Merenda Kasih di Jakarta Convention Center, 3 September 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Putra Sulung Jokowi, Gibran Rakabuming akan melangsungkan pernikahannya dengan Selvi Ananda Putri Kamis, 11 Juni mendatang. Rencananya tamu undangan yang akan hadir dalam pernikahan Gibran-Selvi ini tak hanya akan dihadiri oleh keluarga, kolega, dan pejabat saja. Presiden Joko Widodo juga mengundang sejumlah artis dan relawan untuk ikut memeriahkan acara pernikahan putra sulungnya ini termasuk aktris sekaligus relawan Jokowi, Olga Lydia.

    Dihubungi mellaui telepon pada 9 Juni 2015, Olga menyatakan dirinya akan hadir di pesta pernikahan putra sulung Joko Widodo tersebut. Ia mengaku senang bisa diundang Presiden Jokowi.

    Banyak yang berpendapat bahwa pesta pernikahan putra sulung Jokowi ini akan berlangsung sederhana. Ketika ditanya pendapatnya tentang hal ini, aktris kelahiran Jakarta, 4 Desember 1976 ini mengaku tidak bisa membayangkan suasana pesta Kamis nanti akan seperti apa.

    "Bagaimanapun juga, Pak Jokowi itu kan Kepala Negara. Beliau juga pastinya mengundang dan harus menjamu tamu-tamu penting seperti para pejabat, misalnya. Jadi, saya percaya pesta pernikahan Gibran-Selvi nanti akan diselenggarakan dengan pantas. Enggak mungkin juga, kalau pestanya nanti malu-maluin," terangnya.

    Sebagai seorang relawan Joko Widodo, Olga Lydia mengaku akan datang sendiri ke pesta pernikahan Gibran-Selvi.

    "Kami, para relawan janjian ketemu di Solo. Ada yang pergi naik pesawat, ada yang naik kereta. Beda-beda," imbuhnya.

    "Saya, sih akan datang pas hari-H saja karena besoknya saya pulang lagi ke Jakarta," kata dia.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.