Rae Sita Piawai Peran Antagonis Hingga Karir Kehumasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rae Sita Supit. dok.TEMPO/ Santirta M

    Rae Sita Supit. dok.TEMPO/ Santirta M

    TEMPO.CO, Jakarta - Rae Sita Supit tercatat sebagai salah satu aktris yang piawai memerankan sosok antagonis. Aktris senior ini meninggal karena kanker rahim pada hari Rabu, 20 Mei 2015 di Heavenly Home Gatot Soebroto. Kini jenazahnya berada di  rumah duka Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara dan akan dimakamkan pada Kamis, 21 Mei 2015 di Kerawang, Jawa Barat.

    Wanita kelahiran Brisbane, 1 Juni 1945 ini besar di Indonesia. Setelah menamatkan Sekolah Guru Atas (SGA), Rae mendaftar ke Jurusan Seni Rupa ITB. Sempat kuliah di sana, Rae tidak betah dan pindah ke Jurusan Seni Rupa IKIP Jakarta. Sayang, di IKIP cuma sebentar dan Rae pindah lagi ke Jurusan Interior New South Wales University, Sydney, Australia hingga mendapatkan gelar sarjana muda.

    Ketika di Australia, temannya semasa SMP, Oke F. Supit, datang dan nekat melamarnya. Rae dan Oke Supit menikah dan memiliki tiga anak, yakni Jenifer Jill Supit, Georgiana Grae Supit, dan Ravelra Ruth Supit.

    Ketertarikan Rae terhadap dunia film dimulai ketika Ami Priyono yang memberikan peran sebagai dosen yang jatuh cinta dengan mahasiswanya. Melalui film Cintaku di Kampus Biru nama Rae bersinar di bidang akting.

    Rae juga dikenal piawai memerankan sosok antagonis melalui beberapa perannya, seperti di film Guna-Guna Istri Muda, Ratapan Anak Tiri II, Direktris Muda, Wanita Segala Zaman dan Di Ujung Malam.

    "Kalau mau bicara karir Rae di film biasa-biasa saja dan tidak menonjol. Memang Rae sering kebagian peran antagonis dan terlihat piawai karena ia tipe orang pekerja keras dan percaya diri," kata sutradara Eros Djarot pada Rabu, 20 mei 2015.

    Tak hanya piawai di akting, di luar film, terutama di bidang kehumasan, karir Rae cukup bersinar. Tahun 1979, Rae sempat menekuni karir barunya sebagai Public Relation Manager di Hotel Sahid Jaya. Di bawah komando Rae sebagai humas, hotel ini cukup membawa prestasi gemilang dan berjaya di akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an.

    Belakangan karir Rae juga moncer sebagai pengajar di BP SDM Citra di YPPHUI, lalu menjadi anggota Lembaga Sensor Film, di Golkar dan anggota Tim Pokja Film Kompetitif.

    HADRIANI P. | BERBAGAI SUMBER


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?