Lukman Sardi: Piala IMA untuk Para Pejuang Reformasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara Dibalik 98 Lukman Sardi bersama Fauzi Baadilah saat menjelaskan film Dibalik 98 kepada sejumlah media di Djakarta Theater XXI, 07 Januari 2015. Film Dibalik 98 diperankan oleh Chelsea Island, Ririn Ekawati, Agus Kuncoro, Fauzi Baadilah, Donny Alamsyah, dan Amoro Katamsi. TEMPO/Nurdiansah

    Sutradara Dibalik 98 Lukman Sardi bersama Fauzi Baadilah saat menjelaskan film Dibalik 98 kepada sejumlah media di Djakarta Theater XXI, 07 Januari 2015. Film Dibalik 98 diperankan oleh Chelsea Island, Ririn Ekawati, Agus Kuncoro, Fauzi Baadilah, Donny Alamsyah, dan Amoro Katamsi. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Di saat terakhir Indonesia Movie Awards 2015 (IMA), Marcella Zalianty mengumumkan film Di Balik 98 sebagai pemenang film terfavorit IMA 2015. Film ini berhasil mengalahkan pesaing ketat lainnya seperti The Raid 2 Berandal, Nada untuk Asa, dan Merry Riana.

    Di Balik 98 adalah film layar lebar pertama Lukman Sardi sebagai sutradara. Film ini mengisahkan sejarah runtuhnya Orde Baru yang ditandai jatuhnya Presiden Soeharto. Ketimbang sudut pandang politis, film ini lebih mengisahkan soal kemanusiaan.

    Chelsea Islan mengaku gembira atas penghargaan ini. Aktis yang mengawali debutnya lewat film Refrain ini berperan sebagai Diana, mahasiswi dari keluarga tentara. Dalam film ini dia beradu akting dengan Boy William yang memerankan tokoh Daniel, mahasiswa keturunan Tionghoa.

    Sedangkan Lukman tidak menyangka film besutannya memenangkan piala film terfavorit. Menurut Lukman, ini adalah bentuk apresiasi besar untuk perjuangan Reformasi 98. "Piala ini saya dedikasikan untuk para pejuang reformasi," ujar Lukman.

    Saat ditanyai harapannya untuk perfilman Indonesia, Lukman menjawab, "Semoga akan lebih banyak lagi dihasilkan film Indonesia dengan cerita berbobot yang mengingatkan kita pada sejarah tentang perjuangan."

    Film Di Balik 98 sempat menjadi kontroversi ketika anggota DPR, Adian Napitupulu, berkomentar. Adian khawatir film tersebut memutarbalikkan sejarah dan menghilangkan makna perjuangan dari gerakan aktivis 1998.

    Pernyataan Adian pun sempat ditanggapi Lukman. Lukman mengimbau mereka untuk menonton filmnya terlebih dahulu sebelum berkomentar negatif yang dapat menyebar fitnah. "Jangan protes dulu, nanti kalau jadi bumerang sendiri, bisa malu, kan," ujar Lukman.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?