Aceh Sesalkan Jeyskia Ikut Kontes Putri Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elvira Devinamira Wirayanti, Putri Indonesia 2014 meniup canting unuk membatik saat lomba mencanting batik bagi siswa Sekolah Dasar di ALun-alun Blambangan, Banyuwangi, Sabtu 20 September 2014. Kunjungan Elvira ke Banyuwangi sebagai bintang tamu perhelatan Banyuwangi Batik Festival 2014 dan juga untuk mengenal batik khas Banyuwangi ini terkait tugas sebagai Putri Indonesia. TEMPO/Fully Syafi

    Elvira Devinamira Wirayanti, Putri Indonesia 2014 meniup canting unuk membatik saat lomba mencanting batik bagi siswa Sekolah Dasar di ALun-alun Blambangan, Banyuwangi, Sabtu 20 September 2014. Kunjungan Elvira ke Banyuwangi sebagai bintang tamu perhelatan Banyuwangi Batik Festival 2014 dan juga untuk mengenal batik khas Banyuwangi ini terkait tugas sebagai Putri Indonesia. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COBanda Aceh -  Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyatakan tidak pernah merekomendasikan Jeyskia Ayunda Sembiring sebagai perwakilan provinsi itu untuk mengikuti kontes Putri Indonesia 2015.

    "Kami sangat menyesalkan sikap panitia penyelenggara Putri Indonesia yang tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh terkait kontestan asal provinsi ini. Seharusnya panitia dapat berkoordinasi dengan instansi terkait jika membawa nama daerah," kata Kepala Biro Humas Sekretaris Daerah Aceh Dr Mahyuzar di Banda Aceh, Senin, 16 Februari 2015.

    Jeyskia Ayunda Sembiring, yang mukim di Pekan Baru, Riau, ikut kontes Putri Indonesia 2015 sebagai wakil Provinsi Aceh. "Kami tidak ingin nama Aceh dimanfaatkan oleh sebagian pihak yang justru tidak menggambarkan identitas Aceh yang sebenarnya. Jangan sampai masyarakat terluka karena sikap dari sebagian pihak," kata Mahyuzar.

    Mahyuzar mengatakan sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, kontestan yang mewakili Aceh, seperti kontes Putri Indonesia, harus dapat mencerminkan semangat syariat Islam dan memahami budaya Aceh.

    Menurut dia, penampilan Jeyskia yang tidak menggunakan jilbab itu tidak mencerminkan budaya dan bertolak belakang dari penerapan syariat Islam di Aceh.

    Ia menambahkan bahwa pihaknya harus menyikapi dengan serius terhadap kontestan Putri Indonesia yang mewakili Aceh agar tidak muncul polemik di kalangan masyarakat.

    "Penampilan kontestan Putri Indonesia mewakili Aceh itu kini juga banyak menuai kritikan di media sosial karena yang bersangkutan tidak representasi dari masyarakat Aceh," kata Mahyuzar.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.