Atiqah Hasiholan Kagum dengan Wanita Zaman Dahulu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Atiqah Hasiholan berpose saat menghadiri peluncuran Trailer, Poster dan Soundtrack film terbarunya, 3 Nafas Likas di Jakarta, 16 September 2014. FTEMPO/Nurdiansah

    Aktris Atiqah Hasiholan berpose saat menghadiri peluncuran Trailer, Poster dan Soundtrack film terbarunya, 3 Nafas Likas di Jakarta, 16 September 2014. FTEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Atiqah Hasiholan mengaku kagum dengan wanita-wanita zaman dahulu. Menurut Atiqah, para wanita itu sangat hebat karena bisa melewati zaman saat mereka harus berjuang mengurus rumah tangga sedangkan suaminya harus berperang angkat senjata.

    "Itu (tindakan para wanita) sangat menyentuh buat aku," katanya di Kemang, Jakarta, pada 16 September 2014.

    Hal itu lebih terasa baginya saat berperan sebagai Likas, di film terbarunya, 3 Nafas Likas. Likas adalah istri seorang pejuang Batak Karo, Djamin Ginting.

    Dalam film itu, Likas sangat terharu saat berperan dalam adegan di mana sang istri harus mengabdi kepada suaminya di masa-masa perang. Ia pun tetap berkarier sebagai seorang guru. (Baca: Atiqah Hasiholan, Sulit dengan Bahasa Karo)

    Saat perang itu, Likas ditinggal oleh Djamin yang sedang berjuang. "Saat itu, diceritakan Likas harus menjaga bayinya saat ada serangan," lanjutnya.

    Atiqah yakin banyak perempuan bernasib sama dengan Likas di zaman perang itu. "Mereka itu luar biasa bagi saya," katanya.

    Selain Atiqah Hasiholan, film yang akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2014 juga menghadirkan beberapa talenta lain. Mereka adalah Marissa Anita, Vino Bastian, Tuti Kirana, dan Mario Irwinsyah.

    MITRA TARIGAN

    Berita Terpopuler
    Eddi Brokoli Ingin ke Aceh Setiap Pekan
    Adegan Sendok-Garpu
    Kim Kardashian Bantah Foto Telanjang Dirinya
    Kenes Andari Pengin Ahok Punya Partai Sendiri
    Merdeka, Dua Surat Bapas Harus Dikantongi Ariel


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.