Pengacara: Tersangka, Guntur Bumi Belum Tentu Salah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Guntur Bumi. showbiz.liputan6.com

    Ustad Guntur Bumi. showbiz.liputan6.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan pria yang dikenal dengan nama Ustad Guntur Bumi (UGB) sebagai tersangka penipuan sejak Selasa lalu. Meski belum menjalani pemeriksaan, kata Sunan Kalijaga, pengacara UGB, ustad itu akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. "UGB selalu siap. Jadi tersangka belum berarti UGB bersalah," kata Sunan kepada Tempo, Kamis, 1 Mei 2014.

    Sunan mengatakan pihaknya akan menunjukkan beberapa bukti pembelaan. "Kami ingin menanyakan bukti kepada orang yang mengaku korban UGB. Kami sendiri punya buku besar yang memuat semua daftar nama pasien," katanya.

    Hingga pekan lalu, kuasa hukum UGB mengakui telah mendapat banyak pengaduan. Korban dari penipuan UGB semakin bertambah. "Banyak yang menelepon mengaku sebagai korban UGB. Lantas aku tanya, kalian punya bukti apa?" ujar Sunan.

    Dari sekian banyak yang minta klaim, tak satu pun yang punya bukti. "Ini membuktikan kalau ada banyak pihak yang ingin memanfaatkan UGB dengan membuat laporan palsu," kata Sunan.

    Seperti diketahui, UGB dibawa ke jalur hukum lewat 14 laporan polisi dari para mantan pasiennya. Sebagian besar mengaku ditipu saat menjalani pengobatan di padepokan UGB. Ada pula yang mengaku mengalami pelecehan seksual, bahkan ada yang diminta UGB berpindah keyakinan. (Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan, Guntur Bumi Panik)

    RINA ATMASARI



    Berita lain:
    Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini Amat Berat
    Ahok Sewot, Ini Jawaban Kepala Dinas Pajak
    Aceng Fikri ke Senayan, Menteri Linda Tercengang
    SBY: Pemimpin Jangan Terlalu Sering Blusukan
    Jadi Cawapres, SBY: Mereka Mengolok Saya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.