Tantowi Yahya: Hari Musik Sebatas Sosialisasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu (tengah) bersama ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Tantowi Yahya (kiri), Sekjen PAPPRI Johny Maukar (kanan) dalam acara pelantikan dewan pengurus pusat PAPPRI di Jakarta, Senin, (7/5) malam. ANTARA/Agus Apriyanto

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu (tengah) bersama ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Tantowi Yahya (kiri), Sekjen PAPPRI Johny Maukar (kanan) dalam acara pelantikan dewan pengurus pusat PAPPRI di Jakarta, Senin, (7/5) malam. ANTARA/Agus Apriyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanggal 9 Maret lalu menjadi hari bersejarah bagi masyarakat musik di Indonesia yang merayakan Hari Musik Nasional (HMN).

    Tantowi Yahya mengatakan kepada Tempo, Selasa, 11 Maret 2014, pemerintah telah mengapresiasi sebuah perjuangan panjang yang "Membuahkan hasil dan mendapat pengakuan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2013," kata pria yang biasa disapa Tanto ini.

    Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ini menuturkan, "Ya, karena baru setahun, kami sangat sadar sosialisasi dan penyadaran pada momen ini. Semoga bisa diterima, dikenal, dan pada akhirnya mengakar di masyarakat umum dan masyarakat musik di Indonesia," katanya.

    Tantowi yang juga anggota Komisi I DPR RI ini mengakui butuh waktu panjang untuk sosialisasi. "Setidaknya empat atau lima tahun ke depan perayaan atau peringatan Hari Musik Nasional akan terasa gaungnya," kata Tantowi.

    Kemudian Tanto juga menjelaskan HMN sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kontribusi dan eksistensi pelaku dan pegiat musik di Indonesia. Diakui mantan presenter dan penyuka lagu-lagu country ini, musik telah berkontribusi banyak dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

    "Sejak zaman pra-kemerdekaan, awal kemerdekaan, dan pengisian kemerdekaan, lagu-lagu pengobar semangat para pejuang yang diberikan untuk menyemangati perjuangan bangsa kita saat itu," katanya. (Baca: Hari Musik Nasional, 7 Tokoh Terima Penghargaan)

    Karena itu, Tanto berharap HMN kali ini lebih mendengungkan lagu-lagu nasional dan daerah. Menurut dia, musik Indonesia tak sebatas pop, dangdut, rock, jazz, dan klasik, "Tetapi ada juga musik keroncong, lagu-lagu daerah yang menjadi musik tradisional, dan lagu-lagu nasional yang isinya berupa semangat, perjuangan, harapan, bernegara bukan sebatas cinta atau keputusasaan," ujarnya.

    Diakui Tantowi, Hari Musik Nasional yang baru setahun setelah ditetapkan dalam Keppres mampu memberikan kontribusi dan eksistensi kepada pelaku dan pegiat musik Indonesia. "Sebab, jujur saja, saat ini musik juga menjadi nilai dan potensi ekonomi," katanya.

    HADRIANI P

    Berita Terpopuler
    Rachmawati Menangi Gugatan Hak Cipta Film Soekarno
    Glenn Fredly Sebarkan Cerita Damai di Maluku 
    Nikmati Maluku, Shafira Rela Berat Badan Naik 
    PSY Segera Luncurkan Album Baru  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto