Kamis, 15 November 2018

Karya Dua Ilustrator Tempo Dipamerkan di ITB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berfoto bersama dengan Priyanto Sunarto pada pembukaan Pameran Dua Empu

    Pengunjung berfoto bersama dengan Priyanto Sunarto pada pembukaan Pameran Dua Empu "Opini dan Legasi" Wajah Kita dalam Gambar, di Galeri Soemardja, Bandung, Jawa Barat, Senin (24/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung  -- Puluhan karya dua ilustrator Tempo, Priyanto S. dan mendiang S. Prinka, dipamerkan di Galeri Soemardja ITB, sejak Senin, 24 Februari hingga 13 Maret 2014. Sebanyak 40 karya yang dipamerkan dalam eksibisi bertajuk "Opini dan Legasi" ini buatan sejak 1960-an akhir.

    Karya yang dipamerkan di Bandung kali ini tak sebanyak pameran perdana karya kedua ilustrator tersebut di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 6-13 Desember 2013 karena keterbatasan ruangan. Namun kurator Triyadi Guntur telah memilih karya-karya terbaik yang mewakili kiprah dua ilustrator tersebut selama hampir 40 tahun sebagai praktisi serta pendidik.

    Mayoritas karya merupakan ilustrasi dua dimensi, misalnya pada halaman majalah Tempo, buku, serta karya seni rupa. Priyanto Sunarto alias Pri S, 67 tahun, lulusan doktor Seni Rupa ITB 2005, masih aktif membimbing mahasiswa pasca sarjana di ITB dan sejumlah kampus lain di Bandung serta Jakarta. Sejak kuliah, ia bersahabat dengan mendiang Syahrinur Prinka, yang wafat pada 22 Desember 2004.

    Sama-sama lulusan sarjana dari Studio Seni Grafis ITB, karya Priyanto terlihat lebih usil, nakal, dan lucu, lewat gambar kartunnya. Ia pun punya karakter tokoh bernama Sartempe, lelaki kurus dengan rambut tegak. Adapun karya-karya Prinka yang terkesan lebih serius, salah satunya mengisi halaman Catatan Pinggir di majalah Tempo.

    Saat membuka pameran, Direktur Utama Tempo Bambang Harymurti mengatakan, Priyanto merupakan kartunis kebanggaan yang bergelar doktor. Adapun Prinka yang juga banyak menggarap sampul wajah majalah Tempo, berani melakukan terobosan dengan kekuatan desain komunikasi visual. "Tempo yang berbahasa Indonesia pernah meraih juara cover internasional, Prinka juga menjadikan karya pelukis sebagai cover," ujarnya, Senin malam, 24 Februari 2014.

    Priyanto yang hadir dengan memakai tongkat di tangan kiri, merasa senang karena pembukaan pamerannya dihadiri para muridnya. Direktur Galeri Soemardja, Aminudin TH Siregar mengatakan, judul pameran merupakan bentuk penghargaan kepada kedua seniman.

    ANWAR SISWADI

    Berita Lain

    Ada Petinggi MUI di Balik Patgulipat Label Halal
    Pingsan, Wawan Ditolong Rudi Rubiandini
    Mengapa Muncul Pulau Misterius di Bekasi?  
    Catherine Wilson Akui Terima Mobil dari Wawan  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.