Selasa, 23 Oktober 2018

Di Konser Slank, Gita Wirjawan Iringi Empat Lagu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Gita Wirjawan (tengah) berkolaborasi dengan Slank pada konser

    Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Gita Wirjawan (tengah) berkolaborasi dengan Slank pada konser "30 Tahun SLANK, Nggak Ada Matinya" di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, (13/12). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mengiringi Slank menyanyikan empat buah lagu. Lagu-lagu tersebut yaitu Maafkan, Ku Tak Bisa, 7 Mantra dan Padamu Negeri.

    Sebelum Gita muncul, vokalis Slank memberi pembukaan bahwa Slank akan membawakan beberapa lagu lawas. "Saya akan diiringi oleh pemain piano favorit saya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan," kata Kaka menyambut Gita yang malam itu memakai kaos lengan panjang warna hitam, celana jeans dan topi.

    Lagu Maafkan menjadi lagu pertama yang dimainkan Gita malam itu. Musik Slank yang kental unsur rock dan blues, berpadu dengan permainan piano Gita yang jazzy. (Baca : Gita Wirjawan Tampil di Konser Slank Malam Ini )

    Gita yang pernah sekolah musik di Berkeley, Amerika Serikat, sebelum banting setir mengambil kuliah bisnis di Harvard University, Amerika Serikat ini kemudian membawakan lagu Ku Tak Bisa yang dinyanyikan ramai-ramai oleh Slankers.

    Selanjutnya, Slank membawakan lagu 7 Mantra. Pada saat menyanyikan lagu ini, Kaka menebar bunga di atas panggung dan ke arah Slankers yang berada di dekat mulut panggung.

    Di akhir penampilannya, Gita memainkan intro lagu Padamu Negeri. "Thanks for your support," kata Kaka kepada Gita yang meninggalkan panggung.

    AISHA

    Berita Terpopuler

    Sindir Ahmad Dhani, Begini Lirik Lagu Farhat
    Gita Wirjawan Tampil di Konser Slank Malam Ini 
    Konser 30 Tahun Slank, Jokowi Baca Manifesto
    Doa Yusuf Mansyur dan Terlalu Manis Slank  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.