Cerita Masa Kecil Ahok di Bangka Belitung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok keluar dari rumahnya yang sederhana di Jakarta Utara, Rabu (21/11). Lewat jendela mobil dinasnya, Ahok menyapa semua orang yang dilewatinya. Warga sekitar kebanyakan tidak menyapanya dengan panggilan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok keluar dari rumahnya yang sederhana di Jakarta Utara, Rabu (21/11). Lewat jendela mobil dinasnya, Ahok menyapa semua orang yang dilewatinya. Warga sekitar kebanyakan tidak menyapanya dengan panggilan "pak", melainkan "Hok". TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Belitung - Sudah lewat setahun sejak terakhir kali Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pulang ke kampung halamannya di Gantong, Belitung Timur. Terakhir kali dia pulang adalah setelah putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.

    Akhir pekan ini, pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur itu berkesempatan mengunjungi rumah masa kecilnya bersama wartawan. "Hari ini enggak ada berita wakil gubernur ya, saya jadi tour guide saja," katanya sambil tertawa, Sabtu, 14 September 2013.

    Dengan semringah, dia menceritakan berbagai pengalaman masa kecilnya di Kecamatan Gantong, Belitung Timur. Basuki mengaku, saat muda dia senang naik sepeda motor dengan kawannya. Dia bahkan sempat hampir kecelakaan akibat kebut-kebutan. Untuk menyalurkan hobinya itu, dia ingin ikut kejuaraan motorcross di Belitung. "Tapi ibu saya enggak mau tanda-tangan surat izin ikut motorcross, malah berpesan supaya saya tidak naik motor," katanya.

    Selain itu, dia juga mengaku tak terlalu senang jalan-jalan. "Saya lebih suka nongkrong di hutan, bau hutan itu enak sekali," ujar dia. Selain itu, banyak burung yang berkeliaran di hutan. Akan tetapi, dahulu masih banyak babi hutan yang berkeliaran di sana. "Yang penting kalau dikejar kita larinya harus belok-belok, soalnya dia cuma bisa lari lurus," kata Ahok tertawa.

    Ahok juga kerap main ke Kota Manggar yang bisa ditempuh sekitar 45 menit dengan mobil. Dia dan saudara-saudaranya suka membantu menjaga apotek milik ibunya. Tetapi ada juga alasan lain mengapa mereka suka main ke kota. "Gadis di kota terkenal lebih cantik-cantik daripada di Gantong," ujar Ahok.

    Pria yang suka bicara blakblakan ini menceritakan hingga lulus SMP dia kerap memancing ikan di sungai. Namun, di Belitung masih banyak buaya berkeliaran. "Jauh-jauh dari tempat yang dikerumuni lalat, itu biasanya ada buaya sedang buka mulut," celoteh Ahok.

    Dia juga memberi tahu cara mendeteksi adanya buaya ketika main di kali. Buaya, kata dia, bisa berenang tanpa meninggalkan riak di air. "Jadi, kalau ada yg terlihat seperti kayu bergerak, tetapi airnya tetap tenang, harus cepat-cepat lari karena itu buaya," ujar dia.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Lain:
    Ahmad Dhani Bersyukur Keluarga Korban Ikhlas
    MNC: Miss Uzbekistan Sah Mewakili Negaranya
    Sherina Munaf Dongkrak Penjualan Jam Asal Jepang



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H