Seminggu, Jagal Sabet Enam Penghargaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film The Act of Killing (Jagal) karya sutradara Joshua Oppenheimer

    Film The Act of Killing (Jagal) karya sutradara Joshua Oppenheimer

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Jagal-The Act of Killing besutan Joshua Oppenheimer menyabet enam penghargaan sekaligus dalam waktu seminggu. Film ini diikutkan dalam berbagai festival film.

    Dua penghargaan pertama diperoleh dari Sheffield Documentary Festival di Inggris, 16 Juni 2013. Penghargaannya yakni Audience Award dan Special Jury Prize. Penghargaan lainnya yakni Grand Prize dari Biografilm Festival 2013 di Bologna, Italia, penghargaan Golden Chair dari Grimstad Short dan Documentary Film Festival 2013 di Norwegia dan Basil Wright Prize dari Royal Anthropological Institut Film Festival 2013 di Edinburgh, Skotlandia.

    "Jagal adalah sebuah film dan dokumenter yang penting, tanpa basa-basi, dan berani,”ujar Presiden Dewan Juri Biografilm Ed Lachman. Menurutnya film ini adalah sebuah pemandangan mengerikan tentang masa lalu dan kini Indonesia, melalui filter yang membuatnya seolah sebagai fiksi. “Tapi yang menyedihkan, ini bukan fiksi.”

    Yang menarik, film ini juga mendapat penghargaan Aung San Suu Kyi dari Human Right Dignity International Film Festival 2013 di Yangon, Myanmar. Tokoh politik dan kemanusiaan Aung San Suu Kyi menyerahkan langsung penghargaan sebagai film terbaik pada 19 Juni 2013 lalu. Usai penyerahkan penghargaan, dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun putri Jenderal Aung San yang jatuh pada hari itu.

    Sutradara Joshua Oppenheimer dalam sambutan tertulisnya mengatakan Aung San Suu Kyi adalah teladan dan inspirasi pembuatan film ini. Sejak peluncurannya tahun lalu, film ini sudah meraih 24 penghargaan internasional. Yang paling bergengsi adalah penghargaan di Festival Film Berlin.

    Film ini bercerita tentang Anwar Congo, bekas preman yang menghabisi puluhan anggota Partai Komunis Indonesia dan organisasi sayap di daerah Medan. Anwar dengan kesadaran penuh membuat pengakuan dan menceritakan proses pembunuhan itu. Joshua mengemasnya dalam film dokumenter yang dibuatnya lebih dari enam tahun.

    DIAN YULIASTUTI

    Topik terhangat:

    Ridwan Kamil
    | Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

    Berita lainnya:
    Hitung Cepat, Ridwan Kamil Jadi Wali Kota Bandung

    Menang Pilkada Bandung, PKS: Masih Dipercaya Warga

    Plus-Minus Jokowi Jadi Capres 2014 

    Ini Sikap Persib Soal Penyerangan Bus Mereka

    Farhat Abbas Kicau Foto Cium Bastian Coboy Junior


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.