Katon Bagaskara Sadar Pentingnya Paramedis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katon Bagaskara. TEMPO/Fahmi Ali

    Katon Bagaskara. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO , Jakarta:Jakarta - Setelah insiden jatuh dari panggung, Katon Bagaskara sadar bahwa paramedis adalah bagian terpenting dalam satu acara pentas musik. "Nanti kami himbau paramedis penting, ini yang mungkin juga enggak pernah disosialisasikan di dunia panggung," kata Katon ditemui di EX Plaza, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2013.

    Apapun yang terjadi di panggung, paramedis amat memabantu ketika ada kecelakaan semacam yang menimpanya, bukan kru atau security. Apalagi kalau kasusnya jatuh dari panggung. "Tanpa saya menolak bantuan dan kasih sayang dari kru dan security tapi mereka kan enggak dikasih knowledge untuk ngangkat saya seperti apa," kata Katon.

    Menurut Katon, kalau di film Hollywood pemerannya ada yang terjatuh dan patah tulang tidak ada yang berani angkat sampai paramedisnya datang. "Mereka cuma jaga sekitar supaya ngga di-touch sama orang, sampai paramedisnya datang dan diangkat pakai tandu," katanya.

    Sayang itu tidak terjadi pada Katon. Usai terjatuh ia sempat diangkat dengan posisi yang tidak seharusnya. "Saya bahkan sempat diangkat kayak kambing, itu karena mereka nggak ngerti," kata kakak Nugie ini.

    Karena itu, ia berharap keberadaan paramedis lebih diperhatikan lagi. Karena tanpa pengetahuan penanganan kecelakaan, bisa jadi membuat luka yang diderita korba semakin parah. "Saya coba sosialisasikan ini, karena ini penting," dia menambahkan.

    NANDA HADIYANTI

    Topik Terhangat
    HUT Jakarta
    | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM

    Berita Terpopuler
    Keributan Warnai Antrean di SPBU Sentul

    BBM Naik, Empat Titik Rawan Dipantau

    Antri Panjang, SPBU Depok Batasi Isi Rp 100 Ribu


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.