Solo Gelar Festival Musik Blues

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gitaris Band Gugun Blues Shelter Gugun. TEMPO/Subekti

    Gitaris Band Gugun Blues Shelter Gugun. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Surakarta:Solo tak cuma dekat dengan jenis musik keroncong dan campursari. Kota di Jawa Tengah itu punya komunitas untuk jenis musik yang kurang menjadi ikon daerah itu, yakni komunitas musik Blues. Komunitas ini, pada 24 Mei 2013 nanti, akan menggelar festiva musik.

    Wakil Ketua Panitia Festival, Agil Ananda, mengaku tetap menggelar festival pada Jumat 24 April 2013 siang hingga pukul 23.00 di Balai Kota Surakarta. Alasannya, musik blues mulai dikenal luas sejak munculnya kelompok Gugun Blues Shelter.  “Antusiasme publik Solo untuk musik blues cukup bagus. Sudah ada beberapa grup musik blues di Solo,” kata Agil disela pre-event festival di Hari Bebas Kendaraan di Jalan Slamet Riyadi, Ahad, 12 Mei 2013.

    Festival itu akan diikuti 16 kelompok musik blues dari Solo, Semarang, Yogyakarta, Malang, Purwodadi, dan Jakarta. Setiap kelompok diberi waktu tampil antara 30-45 menit. “Bisa membawakan lagu sendiri atau lagu orang lain,” kata dia.

    Dia berharap masyarakat Solo semakin menerima musik blues. Apalagi musik blues merupakan akar dari berbagai jenis musik yang saat ini berkembang. “Blues menjadi akar dari musik rock, pop, jazz, dan lainnya,” kata dia.

    Saat festival nanti, grup musik yang tampil tidak hanya membawakan musik blues orisinal, tapi ada yang sudah dikembangkan menjadi progressive blues, dan pop blues. “Yang terpenting tetap membawa semangat musik blues,” kata dia.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta Widdi Srihanto mengakui keroncong dan campursari merupakan identitas musik Surakarta. Tapi dia tak menolak kehadiran jenis musik lain. “Kami tetap mengakomodasi semua jenis musik dan kesenian,” ujarnya.

    Menurutnya, keragaman musik dan kesenian bisa menjadi kekuatan budaya di Surakarta. Selain itu memberi kesempatan seniman Solo untuk berkembang. “Semua seniman harus diberi kesempatan sama. Sehingga kebudayaan di Solo makin semarak,” ujarnya. Selain festival musik blues, Solo pernah menyelenggarakan festival jazz dan musik rock.

    UKKY PRIMARTANTYO

    Topik Terhangat

    Teroris | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


    SELEB! Terpopuler
    Prewedding Gading Martin di Markas AC Milan  

    Vitalia Seisha Saat Ini Berdiam di Rumah Saja
    Daniel Mananta Kaget Kaosnya Dipakai Kai Exo




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.