Blink-182 Tur Australia Tanpa Travis Barker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Travis Barker. Getty Images/ Alberto E. Rodriguez

    Travis Barker. Getty Images/ Alberto E. Rodriguez

    TEMPO.CO , Jakarta:Penabuh drum Blink-182, Travis Barker, tak akan bergabung dengan bandnya kala tur di Negeri Kangguru, Australia. Travis masih terlalu takut terbang setelah kecelakaan pesawat September 2008.

    Travis Barker meminta maaf kepada penggemarnya karena tak bisa bergabung dalam tur Blink-182 di Australia melalui lama Facebook pribadinya. "Aku masih tidak bisa melewati kejadian buruk yang aku alami terakhir kali,” dia menuliskan. “Aku terbang saat pesawatku kecelakaan dan 4 orang meninggal, dua diantaranya sahabat baikku."

    Travis Barker bahkan mengijinkan Blink-182 memakai penabuh drum lainnya jika melanjutkan tur tanpa dirinya. "Aku berharap bisa ke Australia lagi suatu hari mungkin dengan kapal jika diperlukan,” dia menuliskan. “Sayangnya, tidak ada kapal yang sesuai dengan jadwal kali ini. Sekali lagi aku minta maaf kepada semua penggemarku."

    Usai kecelakaan pesawat yang menewaskan 4 orang, termasuk asistennya Chris Barker, Travis Barker memang belum pernah terbang. Dia lebih memilih menggunakan kapal laut untuk melakukan perjalanan. Baru-baru ini ia pergi ke seluruh Inggris dengan kapal, sehingga ia bisa ikut ambil bagian tur di Eropa.

    Ayah dari dua anak ini semula dikabarkan akan bergabung dengan Mark Hoppus dan Tom DeLonge. Tapi kelihatannya dia tak bisa melalui phobia yang dialaminya.

    HUFFINGTONPOST | DEWI RETNO

    Baca juga
    Minta Anas Mundur, Ulil Dinilai Blunder

    Soal Anas, Didi Irawadi dan Ulil Tak Lagi Kompak

    Ini Alasan Hary Tanoe Pindah ke Hanura


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.