Richard Gere Telat Dengar Nomine Golden Globe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walau sudah tak muda lagi, Aktor kawakan Richard Gere merupakan langganan pria terseksi. Tahun ini ia berada di posisi keenam versi majalah People. REUTERS/Mario Anzuoni

    Walau sudah tak muda lagi, Aktor kawakan Richard Gere merupakan langganan pria terseksi. Tahun ini ia berada di posisi keenam versi majalah People. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO , Jakarta: Richard Gere kembali dinominasikan sebagai pemeran utama terbaik dalam ajang Golden Globe Awards 2013 untuk perannya dalam film Arbitrage. Meski begitu, Gere telat mengetahui berita nominasi itu.

    "Aku sedang berada di India dan teleponku tidak berfungsi. Tapi saat aku berada di perairan selatan India, tiba-tiba teleponku kembali bekerja. Aku lalu menyalakannya dan mendapatkan 50 pesan. Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah sesuatu yang buruk telah terjadi," ujarnya.

    Richard yang ditemui Page Six, Selasa, 18 Desember 2012, saat makan siang di Monkey Bar akhirnya menemukan alasan mengenai banyaknya pesan yang masuk. "Ternyata isinya ucapan selamat. Aku benar-benar lupa akan hal itu," ujar aktor yang pernah mendapatkan Golden Globe untuk perannya di film Chicago.

    Mengenai nominasinya ini, Richard merasa harus berterima kasih kepada editor majalah Vanity Fair, Graydon Carter. Sambil bercanda Richard mengatakan, berkat Graydon lah, film ini jadi lebih bermakna dan akhirnya ia bisa dinominasikan. Meskipun Graydon hanya tampil 3 menit di bagian akhir film itu, "tapi di situlah letak perbedaan antara nominasi dan tidak menjadi nominasi."

    Richard Gere dikenal lewat film American Gigolo, Pretty Woman, Chicago, dan yang terakhir adalah Arbitrage. Richard sendiri dikenal sebagai pemeluk Buddha yang taat. Kehidupannya jauh dari gemerlap Hollywood dan gosip.

    DEWI RETNO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.