Wabah Korea di Indonesia Bisa Awet 10 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik Korea Selatan Psy berpose di karpet merah penyelenggaraan Mnet Asian Music Awards (MAMA) di Hong Kong, Jumat (30/11). REUTERS/Bobby Yip

    Grup musik Korea Selatan Psy berpose di karpet merah penyelenggaraan Mnet Asian Music Awards (MAMA) di Hong Kong, Jumat (30/11). REUTERS/Bobby Yip

    TEMPO.COJakarta--Demam korea atau yang dikenal sebagai Hallyu di Indonesia diperkirakan masih akan bertahan lama. "Saya lihat masih terus berkembang sekitar 5-10 tahun ke depan," kata Kepala Program Studi Korea Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Zaini MA kepada Tempo, Senin, 26 November 2012.

    Menurut dia, demam Korea memang luar biasa melanda dunia, termasuk Indonesia. Namun penetrasi budaya Korea secara masif ini terjadi bukan tanpa sebab. Tempo.co akan mengulas fenomena demam Korea akhir pekan ini.

    Korea, sebagai negara yang perkembangan industrinya melaju pesat, juga peka terhadap potensi budaya untuk lebih memperkenalkan negaranya. Bahkan melalui musik dan fashion mereka membuktikan bisa mempengaruhi dunia. "Bicara tentang soft power, Korea melakukannya melalui budaya. Dan ini sangat efektif," kata dia.

    Tengok saja di Indonesia. Saban bulan sering diadakan kegiatan pekan budaya Korea di berbagai daerah. Kerja sama pemerintah Korea dengan pemerintah Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi dalam negeri serta masyarakat membuat usaha mereka menyebarluaskan budaya berhasil. "Mereka pandai mengemas, memadukan, dan menjual kebudayaan mereka," kata dia.

    "Ditambah lagi kemajuan teknologi, akses internet semakin mempercepat penyebaran Hallyu," kata pria yang menyelesaikan program masternya di Korea ini.

    MUNAWWAROH

    Baca juga:
    Wabah Demam Korea
    Mengapa Wabah Demam Korea Mendunia?

    SM Entertainment dan JYJ Akhirnya Berdamai
    Januari 2013, Sun ''Wonder Girls'' Menikah

    Psy dan HyunA Tampil Bersama di MAMA 2012


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.