Sketsa Pak Tino Sidin Jadi Koleksi Bank Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak sketsa dan lukisan karya Pak Tino Sidin, pelukis legendaris dan guru gambar jutaan anak Indonesia di era 1970-an kini menjadi koleksi Bank Indonesia. Salahsatunya adalah sketsa berjudul Bank Indonesia Yogyakarta.

    Sketsa yang dibuat pada 1973 itu digambar dari titik nol kilometer Yogyakarta, tepatnya di ujung selatan Jalan Malioboro. Pada sketsa itu, Tino Sidin menggambarkan gedung Bank Indonesia seperti tepat di depan matanya. Dua menaranya tinggi menjulang, berhadapan dengan monumen Serangan Umum Satu Maret di seberangnya. Dia gambarkan juga orang-orang berjalan, hilir mudik, meski tak ada kendaraan bermotor melintasi di jalanan. Hanya ada becak dan andong.

    Dibuat seukuran kartu pos, sketsa dibuat Pak Tino untuk memenuhi pesanan kartu ucapan selamat Lebaran dari Bank Indonesia. “Yang dipamerkan ini adalah reproduksi. Sketsa aslinya dimiliki BI,” kata anak kelimanya, Panca Takariyati, 47 tahun, Kamis 22 November 2012.

    Sketsa itu bersama puluhan sketsa dan lukisan karya Tino Sidin, pelukis yang terkenal dengan kalimat, “Ya Bagus!” dipamerkan di Gedung Heritage, Bank Indonesia, pada 16-25 November 2012. Selain sketsa yang menggunakan spidol, juga dipamerkan lukisan cat air di atas kertas, dan lukisan cat minyak di atas kanvas. Semua dibuat dalam kurun 1960-1990.

    Baca laporan selengkapnya di Koran Tempo Minggu di sini.

    ANANG ZAKARIA

    Berita Terpopuler:
    Ingin Perbesar dengan Zaitun, ''Mr P'' Malah Hilang  

    Ranjang Basah Calon Pengantin 

    Alasan Timnas Coret Arthur Irawan 

    Rhoma Irama Kikuk Ditanya Gangnam Style

    Curhat Arthur Irawan Setelah Dicoret dari Timnas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.