Munir dan Angklung Manggung di Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah seniman dan aktivis yang tergabung ke dalam Sahabat Munir dengan melakukan aksi teatrikal dan penampilan musik di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (11/3). Belum tuntasnya penyelesaian kasus pembunuhan aktivis Munir masih menimbulkan kegelisahan sebagian kalangan masyarakat hingga gelombang tuntutan terhadap pemerintah dan aparat hukum hingga kini terus disuarakan. Tempo/Tony Hartawan

    Sejumlah seniman dan aktivis yang tergabung ke dalam Sahabat Munir dengan melakukan aksi teatrikal dan penampilan musik di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (11/3). Belum tuntasnya penyelesaian kasus pembunuhan aktivis Munir masih menimbulkan kegelisahan sebagian kalangan masyarakat hingga gelombang tuntutan terhadap pemerintah dan aparat hukum hingga kini terus disuarakan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Brasilia, Brasil - Munir dan angklung muncul di panggung musik di Brasil. Keduanya diusung oleh band musik Sindikat Musik Penghuni Bumi (Simponi), yang kompak mengenakan kaos bergambar almarhum Munir dan lantas memainkan angklung sebagai bagian aksi panggung mereka di 3rd Voices Against Corruption Forum, Brasilia, Selasa, 7 November 2012 malam.

    "Sudah delapan tahun Munir dibunuh tapi pelakunya tak dihukum. Kami ingin pemerintah segera bertindak agar ada vonis untuknya," ujar M Berkah Gamulya, anggota Simponi sebelum membawakan Vonis, lagu andalan mereka. Dengan lagu itu, Simponi meraih juara kedua dalam kompetisi musik antikorupsi global, Fairplay.

    "Pengusaha rakus hutan gundul, bencana datang tak henti. Vonis hakim bisa dibeli, koruptor dilindungi," vokalis Simponi, Rendy Ahmad, menyanyikan liriknya.

    Pemeran Arai dalam film Sang Pemimpi itu bersama empat rekan bandnya sukses menyihir lebih dari 100 aktivis antikorupsi muda yang bergabung dalam forum tersebut. Sebelumnya, Gamulya juga mengenakan kaos Malala Yousafzai -remaja Afghanistan yang aktif mendorong pendidikan bagi perempuan namun ditembak dan sempat koma- dan menyatakan solidaritas untuk perjuangan gadis itu.

    Meski berada di posisi kedua dalam kompetisi yang melibatkan 75 band dari 35 negara, Simponi didapuk tampil terakhir, setelah pemenang pertama Youssra El Hawary dari Mesir dan S3 dari Republik Demokratik Kongo. Pasalnya, band Indonesia ini dianggap lebih cocok ditampilkan sebagai pamungkas karena piawai memancing audiens untuk bernyanyi dan bergoyang bersama. Ini kali pertama band Indonesia memenangkan kompetisi yang berlangsung sejak 2010 itu.

    Sabtu malam, 10 November 2012, Simponi bakal tampil di panggung yang lebih besar di hadapan sekitar 1.500 peserta 15th International Anti-Corruption Conference dari 130 negara. Simponi berencana kembali memakai kaos bergambar Munir, berharap perhatian kalangan internasional bisa mendesak Pemerintah Indonesia menindak pelaku pembunuhan itu.

    Dibentuk pada 2010, Simponi merupakan komunitas dari tak kurang dari 40 musisi yang peduli pada isu-isu sosial, mulai dari lingkungan, kemiskinan, gender, hingga antikorupsi.

    BUNGA MANGGIASIH (BRASILIA)

    Terpopuler:
    Di Film Terbaru, James Bond Biseksual? 

    Rihanna dan Chris Brown Duet di Album Unapologetic

    Edane Akan Buka Konser Sepultura di Kutai

    Musik Lintas Generasi Djaksphere Hadir Lagi 

    Sepultura Janjikan Konser Beda dari 20 Tahun Lalu


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H