Jompet Bicara Perjalanan Kebudayaan Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung -Seniman Jompet Kuswidananto menggelar pameran tunggal di Selasar Sunaryo, Bandung, 25 Maret hingga 17 April. Ia membuat 7 karya terbaru yang bertema "Java's Machine: Family Chronicle". Pameran yang rencananya akan dibuka novelis Ayu Utami pada Jumat (25/3) malam ini juga menyuguhkan performance art.

    Karya Jompet berupa seni instalasi, foto, dan video, yang dilengkapi teks juga suara. Walau terhitung sedikit, namun karya instalasinya cukup memakan ruang, hingga harus ditempatkan di dua tempat, Galeri Sayap dan Galeri B.

    Pemisahan itu juga terkait konsep Bapak dan Anak dari lagu keroncong Jawa berjudul "Caping Gunung". Tembang karya mendiang Gesang itu berkisah tentang kerinduan seorang bapak kepada anaknya di zaman perang kemerdekaan. "Lirik lagu itu menjadi bingkai pameran ini," kata Jompet di Selasar Sunaryo sebelum pembukaan pameran.

    Mesin Jawa berkisah tentang perjalanan kebudayaan masyarakat Jawa, paling tidak dalam satu lompatan generasi. Jompet menyuguhkan kemajemukan (pluralisme) yang membentuk budaya dan transisi masyarakat Jawa. Kali ini, Jompet menghadirkannya dalam bentuk ruang dan arsitektur.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.