Gara-gara Nama Kate Middleton, Akun Facebook Diblokir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton .(AP Photo/Michael Dunlea, pool, file)

    Kate Middleton .(AP Photo/Michael Dunlea, pool, file)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Facebook telah memblokir akun milik seorang perempuan bernama Kate Middleton, karena menyangka si wanita sengaja menyamar dengan nama calon istri Pangeran William dari Inggris itu.

    Perempuan berusia 29 tahun yang terlahir dengan nama yang sama dengan sang calon Putri itu mengatakan akunnya ditutup oleh situs jaringan sosial itu Kamis lalu. Middleton yang tinggal di Kingsway di Northants, sehari-hari bekerja sebagai perawat di St. Andrews Healthcare.

    Menurut The Mirror, Facebook tetap memutuskan untuk memblokir siapapun pengguna Facebook membuat akun pura-pura sebagai orang yang sudah terkenal.

    "Saya masih tidak bisa masuk," kata Middletton pada surat kabar itu. "Saya masih bisa membuka Facebook Kamis pagi seperti biasanya. Lalu saya pergi bersama teman-teman dan tak berapa lama kemudian pacarku menghubungi karena tak bisa membuka halamanku. Lalu ketika saya mencoba masuk lagi, ada pesan error, dan kata-kata aku tak bisa lagi membuka Facebook."

    Akun kekasih Middleton, yang bernama Jonathan Ross untungnya belum diblokir juga. Pasalnya Ross juga bernama persis sama dengan salah seorang presnenter televisi terkenal di Inggris.

    Middleton sang perawat, mengatakan, "Saya punya banyak foto keponakanku dan kontak teman-teman. Saya tak tahu apakah setelah pemblokiran ini saya bisa kembali dan apakah foto-foto dan kontak itu masih tersimpan. Seharusnya Facebook menghubungi saya dulu untuk membuktikan saya memang Kate Middleton."

    Facebook, sendiri begitu menyadari kesalahan ini menyatakan berusaha melakukan sesuatu untuk akun Middleton. "Tiap hari kami harus memeriksa ribuan konten. Tentu saja, sesekali kami mungkin melakukan kesalahan. Saat ini terjadi kami akan segera memperbaikinya."


    I DIGITALSPY / UTAMI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.