Happy Salma Jadi Duta Festival Film Dokumenter Bali 2011  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Happy Salma. TEMPO/Nita Dian

    Happy Salma. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO Interaktif, DENPASAR - Artis cantik Happy Salma yang menikah dengan keluarga Puri Ubud, Bali, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasa merasa ikut bertanggung jawab mengembangkan budaya Bali.

    Itu sebabnya dia bersedia terlibat untuk menjadi duta Festival Film Dokumenter Bali (FFDB) 2011. “Kebetulan ini juga sesuai dengan profesi yang saya tekuni,” ujarnya saat temu media di Kantor Dinas Kebudayaan Bali, Kamis (13/1).

    Happy mengaku sebelumnya pernah terlibat dalam pembuatan film dokumenter di Desa Lampu, Batur, Kintamani.

    Happy Salma yakin film dokumenter memiliki keindahan dan kekuatan yang membuat orang makin memahami budaya suatu daerah. Harapan itu pula yang ditunjukannya pada FFDB. “Saya semakin mengenal Bali,” ujarnya.

    Adapun tugasnya sebagai Duta akan dilakukan dengan menggaungkan FFDB di berbagai kesempatan. Dia juga siap menghadiri berbagai acara yang digelar panitia, termasuk acara workshop di sekolah-sekolah.

    Bintang sejumlah sinetron ini malah berencana mempopulerkan FFDB dalam acara tahunan Keliling Sastra di puluhan kota yang diikutinya bersama Rieke Dyah Pitaloka dan Marcella Zalianty.

    Seluruh biaya yang berkaitan dengan tugasnya sebagai duta FFDB ditanggung sendiri oleh Happy Salma.

    Koordinator FFDB Agung Bawantara juga membenarkan seluruh kegiatan Happy Salma tidak di biayai panitia. “Kami tidak bisa memberikan apa-apa,” ucapnya. Anggaran FFDB yang diperoleh dari APBD Bali hanya Rp 50 juta sehingga penggunaannya difokuskan pada penyelenggaran kegiatan.

    FFDB merupakan pengembangan dari Lomba Film Dokumenter yang sudah diadakan pada 2010. Selain lomba, agenda FFDB juga akan dilengkapi dengan workshop pembuatan film yang materinya diberikan oleh produser terkenal, Lawrence Blair, yang antara lain terlibat dalam pembuatan film dokumenter terkenal “Ring of Fire”.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, festival yang bertemakan “Kebudayaan Indonesia, Pelestarian dan Pengembangannya” akan dilaksanakan dalam tingkat nasional dengan dua kategori, yaitu Profesional dan Handphone.

    Juri yang akan terlibat, selain Lawrence Blair, adalah fotografer senior Rio Helmi, maestro tari Wayan Dibia, aktor Slamet Rahardjo, dan sineas Hadi Artomo.

    Batas akhir pengumpulan karya adalah pada tanggal 6 Juni 2011, dan pengumuman pemenang pada 10 juli 2011. ROFIQI HASAN.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.