Cari Jodoh Sukses di Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • band Wali

    band Wali


    TEMPO Interaktif, Jakarta - Lagu Cari Jodoh milik kelompok band Wali yang dialihbahasakan ke dalam Bahasa Inggris menjadi I No Can Do meraih sukses di Eropa. Lagu yang dinyanyikan ulang oleh Fabrizio Faniello, penyanyi asal Malta yanng kini menetap di Jerman itu selama enam pekan sejak Juni lalu berada di posisi puncak tangga lagu Eurovision Top 20. Prestasi ini bahkan belum pernah dicapai oleh penyanyi Eropa mana pun.

    Eurovision adalah tangga lagu yang disusun berdasarkan pilihan penonton televisi. Hasil
    chart ini, akan dibawa ke Eurovision Song Contest yg digelar setiap tahun, sejak 1956. Dua nama yg sempat merajai ajang ini adalah grup musik ABBA dan penyanyi Celine Dion.

    Pencapaian Fabrizio ini, tentu menggembirakan bagi insan musik Tanah Air. Artinya, musik Wali yg bergenre pop Melayu, ternyata sangat dinikmati penikmat musik dari di mancanegara. “Ini sangat berbanding terbalik saat band Wali pertama kali merilis album perdana mereka di negeri sendiri, yang dilihat sebelah mata,” kata Afif Yufril, dari Nagaswara, label rekaman yang menaungi grup band tersebut. Pencapaian tersebut diharapkan mampu menghapus stigma buruk para musisi tanah air yang dianggap sering menjiplak lagu musisi luar negeri.

    Selain "I No Can Do" yg diterjemahkan ulang oleh Marry christina Applegate-penulis lagu "The Power of Love", Fabrizio juga sudah menyiapkan single My Heart is Asking You, alihbahasa dari lagu Wali berjudul Baik-baik Sayang).Produser Fabrizio, Manfred Holtz, bahkan sudah membeli hak edar album Cari Jodoh dari Nagaswara untuk dibawakan kembali oleh artisnya.

    Band asal Blora ini terhitung fenomenal. Hingga saat ini, pemakaian Nada Sambung Pribadi lagu-lagu mereka dalam album Cari Jodoh, sudah mencapai lebih dari 20 juta pengguna.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.