Pameran Seni Instalasi di Taman Kota Malang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) sedang menyelesaikan karya instalasi berjudul Jemuran Arwah pada seni instalasi di Taman Kota Jl Kertanegara Kota Malang, rabu (18/8). Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) menggerar acara ini untuk mengenalkan seni instalasi kepada masyarakat Malang.  Foto:TEMPO/BIBIN BINTARIADI

    Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) sedang menyelesaikan karya instalasi berjudul Jemuran Arwah pada seni instalasi di Taman Kota Jl Kertanegara Kota Malang, rabu (18/8). Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) menggerar acara ini untuk mengenalkan seni instalasi kepada masyarakat Malang. Foto:TEMPO/BIBIN BINTARIADI


    TEMPO Interaktif, Malang - Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya menggelar pameran seni instalasi di Taman Kota Jl Kertanegara Kota Malang selama satu minggu mulai Senin (16/8). Tujuan pameran ini adalah untuk mengenalkan seni instalasi kepada masyarakat. "Selama ini pameran instalasi jarang dilakukan di ruang publik sehingga tak banyak masyarakat yang mengerti tentang seni instalasi," kata Ketua Panitia Ilham Harun, Rabu (18/8).

    Pameran seni instalasi merupakan rangkaian kegiatan dari Open Arch 2010. Selain pameran, kegiatan lain adalah diskusi dan lomba desain arsitektur. Ada sebanyak enam kelompok yang tampil dalam pameran dengan setiap kelompok beranggotakan empat orang. Peserta pameran ini adalah mahasiswa arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Malang.

    Panitia tak membatasi jam buka. "Silahkan disaksikan 24 jam," ujar Ilham. Untuk memperindah pameran, karya instalasi dilengkapi dengan tata lampu. Adapun tema pameran ini adalah Merdeka Perdesa yang berarti merdeka sebebasnya. Menurut Ilham, tema ini diambil karena wakunya bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-65. "Kami ingin kemerdekaan ini tak terbelenggu oleh apapun."

    Sebagian besar peserta pameran menggunakan bambu sebagai bahan baku. Kelompok Mahasiswa Arsitektur UB misalnya, menggunakan bambu sebagai bahan baku untuk karyanya yang berjudul Jemuran Arwah. "Bambu adalah bahan masa depan yang bakal menggantikan kayu," kata Ketua Kelompok Mahasiswa Arsitektur UB Pandu Rachmatin.

    Karya Pandu dan teman-temannya berupa tiang-tiang bambu yang membentuk lingkaran besar di ujung yang terus mengerucut menjadi lingkaran kecil di ujung satunya. Lingkaran-lingkaran ini ditarik oleh sebuah kawat di setiap sisinya. Di setiap gawat dibantungkan balon beraneka warna yang bertuliskan nama-nama pahlawan. "Kami ingin menyuarakan soal harapan karena yang dipunyai oleh masyarakat saat ini hanya harapan," ujar Pandu.


    BIBIN BINTARIADI




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?