Agenda Seni Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -

    SENI PERTUNJUKAN

    Pemutaran film Pluk van de Petteflet

    Waktu: 31 Juli pkl 13:30-15.30
    Tempat: Erasmus Huis, Jl. H.R. Rasuna Said Kav S-3 Kuningan, Jakarta Selatan

    Judul asli: Puk van de Petteflet
    Genre: Film Anak-anak
    Bahasa: Belanda, subtitel Indonesia
    Sutradara: Ben Sombogaart, Pieter van Rijn

    Versi film dari buku terkenal karya Annie M.G. Schmidt, mengenai bocah laki-laki Pluk yang dengan truk derek merahnya hendak menolong teman-temannya. Pluk adalah seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun yang mencari sebuah tempat tinggal. Pada suatu hari ia dengan truk derek merahnya tiba di Petteflet. Dolly si merpati menceritakan kepada Pluk bahwa kamar menara di atas kosong, dan Pluk lalu tinggal di sana.

    Ia mendapat banyak teman, seperti tuan Pen, Aagje, Stampertjes dan Zaza si kecoa. Kemudian Pluk mendengar bahwa taman Tortel, sebuah taman yang tak terawat dengan pohon pohon yang tinggi, akan dimusnahkan. Orang dewasa tidak pernah mengunjungi taman ini, namun Pluk dan teman-temannya sering bermain perompak di sana. Pluk memikirkan sebuah rencana untuk menyelamatkan taman itu.

    Film keluarga Pluk van de Petteflet adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan buku terkenal dengan judul sama karya Annie M.G. Schmidt. Dua karya dari penulis yang sama yakni Abeltje dan Minoes yang telah muncul lebih dahulu di gedung bioskop, keduanya memperoleh sukses besar. Sekitar 500 orang anak laki-laki telah mendaftarkan diri untuk memerankan tokoh Pluk yang berambut merah itu. Akhirnya pilihan jatuh pada Jannieck, yang memang benar-benar mirip dengan Pluk sebagaimana digambar oleh Fiep Westerdorp. Peran peran lainnya dimainkan oleh Karin Bloemen, Erik van Muiswinkel, Dolf jansen dan Arjan Ederveen. Semua tokoh dari buku ini muncul kembali dalam film, seperti Langhorst si kuda, dan Zaza si kecoa.

    ITB International Choir Competition 2010

    Waktu: 31 Juli pkl 19.00-21.00
    Tempat: Aula Barat ITB, Jl. Ganesa 10 Bandung
    Gala Concert Indonesia Goodwill Concert Tour 2010 oleh The Philippines Madrigal Singers. Conductor dan Choirmaster: Mark Anthony A. Carpio

    Pekan Kesenian Anak-Anak "Mutiara Indonesia VIII" 2010

    Waktu: 23-31 Juli 2010 pkl 19.00-21.00
    Tempat: Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian No. 1, Jakarta

    • Sabtu, 31 Juli pkl 19.00-21.00 - Gita Swara "Kerajaan Burung". Produser: RA Jeni Suryanti, Penasehat: Catharina W. Leimena, Sutradara: Wawan Sofwan, Naskah: Saini KM & Wawan Sofwan
    • Sabtu, 31 Juli pkl 14.00-16.00 - Gathut Kaca Jedhi oleh Padepokan Seni Sarotama, Solo. Pimpinan/Sutradara: Mudjiono S.Kar. Pemain: Arko Kilat Kusumaningrat, Rafif Pusjasmara, Adam Gifari, Gagad Ridwan Wicaksono, Magistra Yoga Utama, Bian Diva Norisa, Vicky Wahyu Hermawan Ramadhan, Cendikia Ishmatuka Srihascaryasmoro, Canggih Tri Atmojo Krisno dan lainnya.

    Pameran Foto: Indonesia's Struggle for Independence: The Australian Connection

    Waktu: 25 Juli - 31 Agustus 2010 (Pembukaan Kamis, 5 Agustus 2010)
    Tempat: Museum Konperensi Asia Afrika ,Jl. Asia Afrika no 65, Bandung

    Dalam rangka merayakan 65 tahun kemerdekaan Indonesia, Kedutaan Besar Australia di Jakarta menggelar pameran foto tentang kisah warga Indonesia dan Australia berjuang bersama untuk kemerdekaan Indonesia dan pemulihan perdamaian.

    Pada masa kemerdekaan, banyak warga Indonesia mendapat simpati dan dukungan dalam perjuangan kemerdekaan , tidak hanya dari Pemerintah Australia, namun juga oleh warga biasa Australia. Pameran ini sekaligus untuk mengenang persahabatan kedua negara selama masa periode tersebut dan masih lestari sampai sekarang.

    Selain pameran foto juga digelar acara lain, yakni:

    • Selasa, 10 Agustus pkl 13.00 WIB - Pemutaran film dokumenter "Indonesia Calling" karya Joris Ivens (1946)
    • Kamis,19 Agustus pkl 16.00 WIB - Pembacaan dan Diskusi Buku Molly Bondan: Spanning a Revolution dan In Love with a Nation. Buku-buku tersebut mendokumentasikan kehidupan Molly Bondan, wanita Australia yang dukungannya atas kemerdekaan Indonesia, dan pernikahannya dengan salah satu pahlawan kemerdekaan Indonesia.

    Pentas tari "Selamat Datang dari Bawah"

    Waktu: 30 Juli-1 Agustus
    Tempat: Gudang iCan (Indonesia Contemporary Art Network), Jl. Suryodiningratan No. 39, Yogyakarta

    Penari kontemporer Fitri Setyaningsih menampilkan tiga koreografi tari barunya, "Lubang Cahaya Bernapas", "Dataran yang Terus Ke Dasar", dan "Penyusup Dalam Tubuh". Dia meramu berbagai unsur, yakni kisah Franz Schubert, komponis Australia, yang melatih jari-jari tangannya dengan batu; pandangan Zen di sekitar pikiran yang terjebak dalam balok es; serta instalasi "Bodyscape" karya Titarubi.



    Kumpul Animasi 2010

    Waktu: 30-31 Juli 2010
    Tempat: GoetheHaus, Menteng, Jakarta

    Acara ini merupakan acara titik temu film pendek animasi Indonesia dengan film pendek animasi Jerman. Pada acara ini terdapat juga Bursa Kumpul Animasi yang membuka ruang bertemu, bertukar info dan berjerjaring antara peminat dan pelaku animasi di Jakarta, seperti sekolah, studio, komunitas hingga animator, model maker, scriptwriter dan background artist. Siapapun yang berminat dan bergelut di bidang animasi bisa turut hadir di sini.



    Jagongan Wagen Edisi Juli 2010 TEATER SUPER

    Waktu: 31 Juli 2010
    Tempat: Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Kasihan, Bantul, Yogyakarta



    Pekan Wayang "Mengenal Wayang, Mengenal Jati Diri Bangsa"

    Waktu: 23-31 Juli 2010 pukul. 10.00-18.00 WIB
    Tempat: Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan 17, Jakarta Pusat

     

    SENI RUPA



    Bazaar Art Jakarta

    Waktu: 29 Juli-1 Agustus 2010
    Tempat: The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place Ballroom 1 & 2, Jl. Jend Sudirman, Jakarta



    Pameran Tunggal Yunizar "Flowers From Yunizar",

    Waktu: 30 Juli-30 Agustus 2010
    Tempat: Galeri Soemardja, Jl. Ganesha 10, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

    Pameran Tunggal Nono Karyono "History Of Surabaya"

    Waktu: 23 Juli-8 Agustus 2010
    Tempat: Grha Wismilak, Jalan Dr. Sutomo 27, Surabaya

    Dalam pameran tunggalnya yang ke-31 ini, Nono Karyono menampilkan lukisan-lukisannya yang bercerita tentang berbagai sudut Kota Surabaya tempo dulu, seperti gedung Societiet Simpang atau kompleks gedung Balai Pemuda, Oranye hotel di masa lalu, serta sudut pelabuhan Kalimas.



    Pameran Bersama B-Invasion "Scarlet"

    Waktu: 22 Juli-2 Agustus 2010
    Tempat: Galeri Canna, Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No. 33-34, Kelapa Gading, Jakarta Utara

    Kurator: Annisa Rahadi
    Seniman: Citra Syukma Bayu, Dilla Martina Ayulia, Desziana Machmud, Endira FJ, Kania Yuliandini, Leyla Aprilia, Nuri Fatimah, Putriani Mulyadi, Sally Texania, Sania Gilang Hati, Sekar Putri, Stella Prasetya, Tisa Granicia



    Pameran Lukisan Bersama "Dimensi"

    Waktu: 22-31 Juli 2010
    Tempat: Elcanna Fine Art 35, Jalan Pakubuwono VI, Kebayoran Baru, Jakarta

    Pameran yang dikurasi I Wayan Seriyoga Parta ini akan menampilkan karya 12 seniman, yakni Arief Tousiga, Bagus Indrayana, Diyanto, Dolorosa Sinaga, Harry Cahaya, I Made Mahendra Mangku, I Made Supena, I Made Pasek Kusumawijaya, I Nyoman Agus Wijaya, Suklu, Nyoman Wijaya and Putut Wahyu Widodo.

    Pameran The Loss of the Real

    Waktu: 18 Juli-1 Agustus 2010
    Tempat: Selasar Sunaryo Art Space, Jalan Bukit Pakar Timur No. 100, Bandung, Jawa Barat

    Selasar Sunaryo Art Space dan Common Room mempersembahkan pameran The Loss of the Real sebagai bagian dari Nu-Substance Festival 2010, Festival for Open Culture, Technology and Urban Ecology: Floating Horizon. Pameran ini diikuti oleh 14 seniman media dari beberapa negara, di antaranya, Agan Harahap, Bandung Oral History, Deden H. Durahman, Dimas Arif Nugroho, Forum Lenteng/akumassa/Jurnal Footage, House of Natural Fiber, Jompet, Prilla Tania, Widianto Nugroho (Indonesia); Daito Manabe dan Takao Minami (Jepang); Benjamin L. Aman dan Romain Osi (Perancis); dan Amar Mahboob (Pakistan).



    Pameran Seni Rupa Anak Indonesia "Bangga Budaya Bangsa"

    Waktu: 23 Juli-2 Agustus
    Tempat: Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14,Jakarta Pusat

    Pameran ini dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2010 dengan harapan bahwa para peserta akan memfokuskan karya-karyanya pada penggambaran kekayaan dan keunggulan yang terdapat dalam seni budaya tradisi bangsa yang muncul dan terdapat di lingkungan sekitar kehidupan keseharian mereka. Pada pameran ini akan ditampilkan karya para peserta terdiri dari anak-anak yang selama ini telah menunjukkan pencapaian prestasinya baik di sekolah maupun di sanggar-sanggar seni rupa. Peserta adalah anak-anak yang pernah menerima penghargaan nasional maupun regional, yang berusia 6 hingga 12 (dua belas) tahun, dan merupakan karya-karya pilihan serta karya-karya yang dipinjam dari koleksi Rudi Corens di Yogyakarta.

    Rangkaian Acara :

    • Lomba Lukis Kolektif (31 Juli 2010 pukul 10.00-selesai)
    • Lomba Menulis Resensi Seni Rupa (Pengumuman pemenang 31 Juli 2010)
    • Pemutara Film
    • Taman Bacaan Seni
    • Dongeng Spektakuler
    • Demo Melukis Bersama
    • Gelar Permainan Tradisional



    Pameran Foto "Italian Sites of the World Heritage List In the Work of 14 Photographers"

    Waktu: 23-31 Juli 2010
    Tempat: Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jalan Antara No. 59, Pasar Baru, Jakarta Pusat



    Pameran Seni Rupa Kontemporer "Wall Street Arts"

    Waktu: 11 Juli-2 Agustus 2010
    Tempat: Galeri Salihara, Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia

    Kurator: Alia Swastika
    Seniman:

    • Jakarta (Indonesia): Bujangan Urban, Darbotz, Kims, Nsane5, Popo, Wormo, Tutu
    • Paris (Prancis): Ceet, Colorz, Gilbert, Kongo, Lazoo, Sonic
    • Seniman Tamu: Farhan Siki dan Soni Irawan



    Pameran Tunggal Made Budhiana, Kolaborasi, Lomba Mewarnai & Lomba Gambar

    Waktu: 26 Mei - 31 Juli 2010
    Tempat: Maha Art Gallery, Club House Bali Beach Golf Course, Jalan Hang Tuah No. 58, Sanur, Bali, Indonesia


     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.