Maia Estianty Merasa Diuntungkan Infotainmen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Fatwa haram Majelis Ulama Indonesia terhadap isi infotainmen ternyata tak serta merta membuat penyanyi sekaligus aktris, Maia Estianty, menyetujuinya. Justru saat ini, pelantun tembang 'Buaya Darat' ini merasa diuntungkan dengan pemberitaan yang ada dalam tayangan infotainmen.

    Pasalnya, saat ini yang selalu ditayangkan oleh infotainmen adalah prestasi yang dibuat Maia.

    Meski begitu, ibu dari tiga orang anak ini tak menyangkal jika dirinya pernah menjadi sasaran tak menyenangkan dari infotainmen. "Tapi itu dulu waktu zaman aku cerai. Kalau sekarang enggak lagi," tuturnya di Studio Penta, Kebon Jeruk, Rabu (28/7).

    Menurut pasangan duet Meychan ini, seharusnya infotainmen tidak terlalu banyak memberikan informasi yang belum tentu benar faktanya.

    Apalagi, kata Maia, narasi dalam tayangan tersebut mengatakan dengan kata-kata seperti 'konon' yang belum tentu kebenaran faktanya. "Kalau belum dikroscek jangan ditayangin deh," ucapnya dengan tersenyum.

    Wanita kelahiran Surabaya, 27 Januari 1976, ini juga tak setuju jika infotainmen diharamkan. Menurutnya, jika nantinya infotainmen akan diharamkan bahkan dihilangkan bukan hanya berdampak buruk terhadap pemecatan karyawan secara besar-besaran, tetapi juga akan berdampak buruk kepada kaum selebritas. "Bohong kalau seorang artis tidak besar karena media," tutur Maia.

    Untuk itu, Maia menyarankan infotainmen jangan sampai dihilangkan dari masyarakat. Maia mengusulkan lebih baik mengangkat prestasi, tidak fitnah. Dan jika mengangkat sebuah berita sejatiya harus dari sumbernya langsung bukan dari pandangan mata ataupun dari pihak kedua dan ketiga.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


    BERITA TERPOPULER LAINNYA:

    7 Dokter Michael Jackson Bebas Jeratan Hukum


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.