Seniman dan Guru di Bandung ini Gelar Pameran Tunggal Gambar Berjudul Dunia

Karya gambar berjudul "Tarung" buatan Dede Wahyudin pada kanvas berukuran 200 x 130 cm. (Dok.Orbital)

TEMPO.CO, Bandung - Seniman yang juga guru seni dan budaya sebuah sekolah menengah atas swasta di Bandung, Dede Wahyudin, menggelar pameran tunggal karya-karya gambarnya. Bertempat di Galeri Orbital Dago, pameran berjudul Dunia itu berlangsung sejak 18 Januari hingga 19 Februari 2023.

Adik perupa Tisna Sanjaya itu memajang 67 gambar ukuran kecil dan empat berukuran besar yang dominan berwarna hitam putih. Sebanyak tujuh karya di antaranya digambar dengan sapuan warna terang.

Realitas Kehidupan Manusia Ala Seniman Bandung

Gambar seniman kelahiran Bandung pada 8 Mei 1975 itu bertema tentang realitas kehidupan manusia. Namun lebih dari sekedar menggambarkan, Dede ikut menanggapi kenyataan atau peristiwa yang terjadi lewat guratan bercorak realis, kadang surealis, dan horor. “Dede selalu memberi perhatian kepada golongan yang lemah dan tersingkir,” kata kurator Rifky Effendy, Rabu 18 Januari 2023.

Dunia bagi sang seniman, berisi entitas unik dan aneh dengan banyak aneka rupa. Namun begitu mereka bisa intim dan hangat, seperti di kalangan petani, buruh, sopir angkot, termasuk di lingkungan orang dengan gangguan jiwa.

Simak: Gelar Pameran Tunggal Lukisan, Hardiman Tampilkan Seri Terbaru Ikan dan Jalak Bali

Sejak akhir 1990-an, Dede Wahyudin memulai karya-karya gambarnya tentang dunia yang aneh dengan tema-tema kritikal terhadap berbagai persoalan sosial di sekitarnya. Menurut Rifky, Dede membangun suatu gambaran dunia dengan simbol-simbol rumit. “Ketidakadilan, kemiskinan, kekelaman, kegilaan, dan kesusahan, menjadi dorongan kuat untuk membicarakan persoalan suatu sisi kehidupan,” ujarnya.

Arti Kesenian Menurut Dede Wahyudin

Dede menunjukan bahwa kesenian tidak harus selalu soal rasa keindahan, melainkan sanggup berkomunikasi dengan audiens. “Karya-karyanya menghadirkan suatu kebenaran diatas keindahan yang menjadi salah satu jargon utama realisme S. Soedjojono,” kata Rifky.

Lulusan S1 Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu terus berkarya di sela pekerjaan hariannya sebagai guru. Sejak 1999, Dede tercatat telah menghelat pameran tunggal sebanyak empat kali di Bandung dan Jakarta.

Sementara kepesertaannya dalam pameran bersama seniman lain dirintis sejak 1995. Dede pernah masuk sebagai finalis sebuah penghargaan di Galeri Nasional Jakarta pada 1999. Perkembangan karyanya antara lain membagi bidang gambar yang cenderung realis seperti pada komik.

ANWAR SISWADI

Baca: Bertema Kematian, Jenderal Polisi Gelar Pameran Tunggal Lukisan di Bandung

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






BPS Sebut 26,36 Juta Penduduk Indonesia Kategori Miskin, Apa Kriterianya?

1 hari lalu

BPS Sebut 26,36 Juta Penduduk Indonesia Kategori Miskin, Apa Kriterianya?

Per September 2022, BPS rilis total tingkat kemiskinan di Indonesia 9,57 persen, atau 26,36 juta penduduk kategori miskin. Apa kriteria orang miskin?


Citra Yogyakarta Sebagai Destinasi Favorit Dibayangi Kemiskinan Warga, Sultan HB X Siapkan Dua Strategi

2 hari lalu

Citra Yogyakarta Sebagai Destinasi Favorit Dibayangi Kemiskinan Warga, Sultan HB X Siapkan Dua Strategi

Angka kemiskinan itu dinilai kontras dengan melimpahnya destinasi Yogyakarta yang setiap tahunnya menyedot jutaan wisatawan.


Yogyakarta Termiskin di Jawa tapi Penduduknya Bahagia

3 hari lalu

Yogyakarta Termiskin di Jawa tapi Penduduknya Bahagia

Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa, tapi tingkat kebahagiaan penduduknya tinggi.


Menelisik Yogyakarta, Provinsi dengan Tingkat Ketimpangan Tertinggi di Indonesia

3 hari lalu

Menelisik Yogyakarta, Provinsi dengan Tingkat Ketimpangan Tertinggi di Indonesia

Data BPS menunjukkan Yogyakarta yang menjadi provinsi dengan ketimpangan sosial paling tinggi se-Indonesia. Apa artinya?


Sambut Tahun Baru Selepas Pandemi, 17 Seniman Bandung Gelar Pameran Prelude

4 hari lalu

Sambut Tahun Baru Selepas Pandemi, 17 Seniman Bandung Gelar Pameran Prelude

Pameran Prelude tidak sekadar menandai sebuah pameran seni di awal tahun Masehi 2023.


Kemiskinan dan Ketimpangan di Yogyakarta Tinggi, Ekonom Ungkap Penyebabnya

6 hari lalu

Kemiskinan dan Ketimpangan di Yogyakarta Tinggi, Ekonom Ungkap Penyebabnya

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Yogyakarta tertinggi di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Apa penyebabnya?


Kemiskinan dan Kebahagiaan di Yogya Tinggi, Ekonom Sebut Budaya Nrimo Jadi Penyebab

6 hari lalu

Kemiskinan dan Kebahagiaan di Yogya Tinggi, Ekonom Sebut Budaya Nrimo Jadi Penyebab

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkap penyebab mengapa kemiskinan di yogyakarta tinggi, tapi kebahagiaannya juga tinggi. Menurutnyam budaya nrimo (menerima) menjadi penyebab.


Sri Mulyani Dukung Risma Jalankan Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu

8 hari lalu

Sri Mulyani Dukung Risma Jalankan Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendukung Menteri Sosial Tri Rismaharini menjalankan program pengentasan kemiskinan terpadu


Profil Nano Riantiarno, Pendiri Teater Koma yang Meninggal Pagi Ini

8 hari lalu

Profil Nano Riantiarno, Pendiri Teater Koma yang Meninggal Pagi Ini

Nano Riantiarno mendapatkan piagam penghargaan dari Menteri Pariwisata Seni dan Budaya sebagai seniman dan budayawan berprestasi pada 1999.


Sri Mulyani Beberkan 4 Fokus Pemerintah Tahun Ini: Inflasi, Kemiskinan Ekstrem hingga Stunting

10 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan 4 Fokus Pemerintah Tahun Ini: Inflasi, Kemiskinan Ekstrem hingga Stunting

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan empat hal yang menjadi fokus untuk ditangani pada tahun 2023 ini. Apa saja keempat hal itu?