Idap Penyakit Mematikan, Ari Lasso: Jangan pernah Kehilangan Sukacita

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ari Lasso saat menjalani perawatan penyakit tumor di perutnya. Foto: Instagram Ari Lasso.

    Ari Lasso saat menjalani perawatan penyakit tumor di perutnya. Foto: Instagram Ari Lasso.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi, Ari Lasso tetap bergembira meski divonis mengidap penyakit mematikan. Ia menganggap dalam menjalani hidup akan selalu penuh dengan kejutan yang tak selalu indah. Ari juga selalu ingat salah satu pesan yang disampaikan teman untuknya.

    Apapun yang terjadi dalam hidup kita, jangan pernah kehilangan sukacita. Kita boleh kehilangan apa saja dan tertimpa masalah apa saja. Tapi tetap harus ada sukacita di dalam hati kita,” tulisnya di akun Instagramnya, Rabu, 15 September 2021.

    Mantan vokalis Dewa 19 ini baru saja divonis kanker limfoma stadium 2. Ia harus menjalani PET Scan untuk mengetahui penyebaran sel kanker di tubuhnya. Dengan diantar istrinya, Vitta Dessy, Ari berangkat ke rumah sakit dan menjalani PET Scan. “Peragawan dari kecamatan Bintaro, mau PET Scan di mana?” tanya Ari dalam video yang diunggah di akun Vita dan Ari.

    Keduanya juga mengabarkan hasil PET Scan yang dilakukan pada Senin, 13 September 2021. Ari bersyukur PET Scannya menunjukkan hasil yang baik. “Kemarin PET Scan, dan Puji Tuhan hasilnya bagus.Makasih semua ya doa-doanya. Thanks GOD,” tulis Ari di akun Instagramnya, Selasa, 14 September 2021.

    Dul Jaelani dan Tissa Biani menengok Ari Lasso yang menderita kanker limfoma. Instagram

    Selain menjalani PET Scan, Ari juga harus menjalani kemoterapi untuk pengobatannya. “Tidak ada penyebaran tetap harus kemo, obatnya mungkin beda, bersyukur kanker gue itu DLBCL kanker jenis sel B, bisa disembuhkan. Stadiumnya secara bentuk stadium dua, akan lengkap setelah dilakukan PET scan,” katanya di acara podcast Deddy Corbuzier, 8 September 2021.

    Menurut Ari, kankernya bisa sembuh dengan kemoterapi. Ia akan melakukan satu set kemo yang berlangsung 3-6 bulan dan tetap dipantau selama 5 tahun. “Misalkan orang divonis 18 bulan meninggal, kalau ini garansi 5 tahun. Enggak diobati pun 5 years guarantee,” ujarnya.

    Deddy memastikan jika Ari Lasso menjalani kemoterapi itu berarti ia harus kehilangan rambutnya. Ari tergelak dan sudah menduga Deddy akan menanyakan hal itu. “Akhirnya gue suruh cari produser wig terbaik di sini. Lu nggak akan lihat gue botak, kecuali lu ke rumah gue,” kata juri Indonesian Idol ini.

    Baca juga: Ari Lasso Umumkan Terkena Kanker Limfoma Stadium 2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.