Kang Daniel Ungkap Perjuangannya Lewat Lagu PARANOIA

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Solois K-Pop Kang Daniel meluncurkan single digital baru berjudul PARANOIA /Antara

    Solois K-Pop Kang Daniel meluncurkan single digital baru berjudul PARANOIA /Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Solois K-Pop Kang Daniel meluncurkan single digital baru berjudul PARANOIA pada Selasa 16 Februari 2021.

    "Kau bisa lari, Kamu bisa bersembunyi, Tapi mereka selalu menemukan," seperti tertulis dalam artwork single Daniel yang diunggah melalui laman Twitter-nya.

    Pihak agensi, Konnect Entertainment mengatakan karya ini menekankan pada sisi Daniel yang lebih dalam, berbeda dari yang sebelumnya menekankan penampilannya yang bersemangat.

    Baca: Kang Daniel Akhiri 2020 dengan Kegiatan Amal untuk Anak

    "Daniel mengungkapkan rasa sakit, perjuangan dan kesedihan yang dia alami secara pribadi. Ada beberapa kata kunci khusus untuk dia diletakkan di sepanjang lagu," kata agensi itu seperti dikutip dari laman The Korea Times, Selasa 16 Februari 2021.

    Single baru ini juga hadir dalam versi video musik yang dibuat bergaya film blockbuster sinematik berdurasi 3 menit 18 detik, mengajak penonton hanyut dalam cerita.

    "PARANOIA" dikabarkan menjadi teaser seri album proyek terakhir "Color" yang dijadwalkan segera hadir. Single ini menjadi karya pertamanya sejak enam bulan lalu saat dia merilis mini album kedua "MAGENTA" pada Agustus 2020.

    Kang Daniel membagi seri Color menjadi tiga bagian yakni mini-album pertama "CYAN" yang dirilis pada Maret 2020, diikuti "MAGENTA" sebagai seri kedua.

    Kang Daniel dikenal publik setelah menjadi finalis teratas acara audisi K-pop Mnet "Produce 101" pada tahun 2017. Dia memulai debutnya sebagai penyanyi di grup proyek "Wanna One" bersama 10 orang finalis lainnya.

    Usai Wanna One pada tahun 2019, Kang Daniel  memulai karier sebagai solois melalui album "color on me," yang menduduki puncak tangga lagu album iTunes di lebih dari 20 negara.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.