Pesan Gus Mus agar Ulama Hadirkan Akhlak Nabi Muhammad

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gus Mus atau KH. Mustofa Bisri saat berdakwan secara virtual. Foto: IG Ganjar Pranowo.

    Gus Mus atau KH. Mustofa Bisri saat berdakwan secara virtual. Foto: IG Ganjar Pranowo.

    TEMPO.CO, Jakarta - KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus menangis saat memberikan tausiyah dalam haul KH. Achmad Masduqi dan Chasinah Chamzawi yang digelar secara virtual pada Ahad, 29 November 2020. Meski tidak menyebut nama, ia merasa sedih melihat perilaku para pendakwah yang tidak mencerminkan perilaku Nabi Muhammad yang santun.  

    "Saya mengimbau kepada kiai-kiai muda, berusaha meniru kanjeng rasul dalam kasih sayangnya kepada umat. Ada umat betul-betul rindu kepada akhlaknya rasulullah SAW, rindu kepada perilaku yang santun dari rasulullah SAW," ujarnya. 

    Lalu dengan suara parau karena menangis, pemimpin Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, ia meminta para ulama menyampaikan dakwahnya dengan cara yang sejuk dan teduh. "Tolong para kiai, para ustad, para habaib, hadirkan lagi akhlak rasulullah saw, kasih sayangnya rasulullah kepada sesama," ucapnya. 

    Agaknya, Gus Mus sedih melihat perilaku kurang santun yang diperlihatkan para pendakwah dalam bertutur kata dan berbuat. Misalnya, azan hayya alal jihad, yakni menambahkan ajakan jihad dalam azan, atau tutur kata kasar dan kotor yang ditampilkan para pendakwah belakangan ini saat berceramah. 

    Ia meminta perilaku para pendakwah yang santun dan tidak melakukan kekerasan bisa menjadi contoh bagi masyarakat. "Tolong dihadirkan itu kasih sayang agar orang-orang yang awam, yang tidak paham Al Quranul Karim, kurang paham dengan pribadi rasulullah SAW, bisa menyimak Anda sekalian yang mengerti Al Quran, yang ngerti Sirah Rasul SAW," katanya.

    Lebih lanjut, KH. Mustofa Bisri ini juga meminta bukan hanya ucapan dan tapi juga bagaimana meniru perilaku Nabi Muhammad yang cinta damai. "Tolong tampilkan itu dalam perilaku agar orang awam yang lugu-lugu itu bisa meniru. Mudah-mudahan ini termasuk jariyah Anda sekalian kalau Anda sudi menampilkan akhlak Rasulullah SAW dalam masyarakat sekarang ini," katanya.

    Catatan: 

    Judul artikel diubah pada pukul 11.32 karena narasumber kurang berkenan. Redaksi meminta maaf atas kesalahan ini. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.