Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal, Abdel Achrian Beri Bantahan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mamah Dedeh. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mamah Dedeh. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Penceramah kondang Dedeh Rosidah atau dikenal dengan Mamah Dedeh dikabarkan meninggal. Kabar duka itu beredar lewat pesan berantai di aplikasi WhatsApp, Rabu, 27 Mei 2020.

    Namun rupanya kabar tersebut tidak benar. Rekan Mamah Dedeh dalam acara Mama dan Aa, Abdel Achrian mengatakan jika Mamah Dedeh saat ini dalam keadaan sehat.

    "Banyak yang tanya ke gue, benar enggak Mamah Dedeh meninggal dunia seperti yang beredar di grup-grup WA (WhatsApp). Barusan gue telepon, Mamah Dedeh sehat, alhamdulillaah. Jadi berita-berita itu nggak benar," kata Abdel melalui Instagram Story.

    Ustad Yusuf Mansur juga menegaskan bahwa Mamah Dedeh dalam kondisi sehat. "Mamah masih hidup, barusan saya telepon," ujarnya.Mamah Dedeh saat mengisi acara tabligh akbar bertajuk 'Hidup Rukun Bermasyarakat' yang diselenggarakan PKK RW 10 Bekasi Jaya, Bekasi, 9 Desember 2019. TEMPO/Mitra Tarigan

    Sebelumnya, beredar pesan berantai bertuliskan, "Innaa lillaahi wa inna illaihi Roojiuun. Telah berpulang ke Rahmatullah Ustazah tercinta panutan muslim tanah air, MAMAH DEDEH pada hari selasa tanggal 26 Mei 2020, pukul 22.28 WIB, karena sakit di EKA HOSPITAL BUMI SERPONG DAMAI TANGERANG BANTEN," tulis isi pesan tersebut.

    ANTARA kemudian mengonfirmasi melalui sambungan telepon ke RS Eka Hospital BSD. Seorang petugas yang menjawab telepon pada Rabu pagi mengatakan tidak ada pasien meninggal dengan nama Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah.

    Ketika ditanya lebih lanjut, petugas itu menjelaskan bahwa pasien yang meninggal pada Selasa, 26 Mei 2020 adalah istri mantan Wagub Banten Mochamad Masduki, Dedeh Syahrawati.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.