Meski Dizalimi, Helmy Yahya Tetap Cinta Indonesia

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya menerima bunga sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. Sejumlah karyawan dan penyiar TVRI tampak memberi dukungan kepada bekas direktur utama stasiun televisi pelat merah itu dengan memberi bunga sebelum Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya menerima bunga sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. Sejumlah karyawan dan penyiar TVRI tampak memberi dukungan kepada bekas direktur utama stasiun televisi pelat merah itu dengan memberi bunga sebelum Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Helmy Yahya sempat dianggap terlalu memuji Cina oleh masyarakat ketika menjadi bintang tamu di YouTube channel Deddy Corbuzier pada Kamis, 30 April 2020 dengan judul CHINA GILA ABIS -BAGI BAGI OTAK WITH HELMI YAHYA. Kini Helmy kembali diundang oleh Deddy untuk menanggapi komentar pedas tersebut dengan menyatakan kecintaannya kepada Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2020.

    "Saya itu NKRI banget. Bayangin saya SD, SMP, SMA sekolah negeri yang disubsidi pemerintah, gue dapat beasiswa mulai dari SMA dan gue masuk STAN kan dibayarin negara, S2 gue juga dibayarin negara," kata Helmy.

    Presenter yang sering dijuluki Raja Kuis Indonesia ini mengakui kalau dirinya memang suka traveling. Bukan hanya untuk liburan atau bersenang-senang tetapi juga untuk menemukan sesuatu yang menarik dari negara-negara lain. "Orang yang banyak berjalan itu banyak melihat dan biasanya wawasannya semakin terbuka, itu yang kita naikkan kemarin bukan berarti kita memuja. Gue disuruh tinggal di sana juga gak mau" kata Helmy.

    Helmy Yahya. TEMPO/Nurdiansah

    Adik kandung dari Tantowi Yahya itu juga menceritakan pengalamannya ketika tinggal di Singapura selama 5 malam. Helmy mengaku tidak betah dengan budaya dan kebiasaan yang cukup berbanding terbalik dengan Indonesia. Sehingga itu juga yang menjadikannya begitu cinta dengan negara kelahirannya.

    "Indonesia memang unik, saya suka banget negara gue. Gue pernah nginep 5 malam di Singapura gw stres. Terlalu steril, terlalu teratur negaranya gak boleh nyebrang sembarangan, semuanya antre," kata Helmy.

    Ketika sedang traveling, pria kelahiran Palembang 58 tahun lalu mengaku rindu dengan pedagang keliling dengan suara khasnya. "Gue itu kangen di Jakarta, di Indonesia malam-malam tek tek tek, ada jual mie tek tek, ada jual putu. Kita bisa ngobrol sembarangan," kata Helmy.

    Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebelumnya resmi memecat Helmy Yahya dari jabatan direktur utama. Surat itu diberikan langsung kepada Helmy pada Kamis, 16 Januari 2020. Pemecatan ini menyusul surat penonaktifan sementara yang dilayangkan kepada Helmy sebelumnya, yakni pada 4 Desember 2019. Seharusnya periode jabatan dirut Helmy dari 2017-2022.

    Helmy juga menunjukan sejumlah pencapaian kerjanya selama menjabat sebagai Dirut TVRI sepanjang 2 tahun terakhir. Ia juga telah melayangkan surat sanggahan atas alasan Dewan Pengawas TVRI menonaktifan dirinya. Namun, isi seluruh pembelaan dalam surat itu ditolak.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.