Base Jam Kembali dengan Manisnya Hidup

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Base Jam. (Instagram - @basejamofficial)

    Base Jam. (Instagram - @basejamofficial)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah pandemi corona, grup band Base Jam merilis karya terbaru mereka yang berjudul  Manisnya Hidup. Band yang kini beranggotakan Sita (Bass), Oni (Gitar), Alvin (Vokal), Alsa (Drums), Sigit (Vokal) dan Aris (Gitar) itu mengatakan bahwa lagu tersebut telah ditulis sejak lama.

    “Lagu ini tercipta karena kami merasa diingatkan juga untuk tetap bersyukur walau bahagia kita tidak sempurna,” kata Sita dalam siaran persnya, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Manisnya Hidup bernuansa akustik dengan tempo medium. Suara gitar akustik terasa begitu dominan di lagu ini dengan balutan beat yang sederhana khas Base Jam. Liriknya pun terasa ringan tapi tetap dengan pesan yang dalam tentang ajakan untuk mensyukuri hidup dan tetap berpikiran positif menghadapi segala tantangannya.

    “Rasanya pas dengan kondisi sekarang. Saat kita semua harus di rumah aja untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, ternyata banyak teman-teman yang terpaksa kehilangan mata pencahariannya sehari-hari,” kata Aris.Single baru Base Jam. (Instagram - @basejamofficial)

    Lagu ini diproduseri sendiri oleh seluruh personil Base Jam dan didistribusikan secara digital oleh Demajors. Proses rekamannya dilakukan di beberapa tempat, seperti di Posan Home Studio untuk bass, serta take drums dan vokal di SAE Studio sementara gitar direkam di Dotdic Beatlab dan Karnos Post Lab.

    Selain pesan dan makna yang ingin disampaikan, lewat lagu Manisnya Hidup tentu saja Base Jam ingin tetap menjaga eksistensinya sebagai band yang sudah berkarir selama 26 tahun di industri musik tanah air. “Lagu ini sebuah persembahan Base Jam untuk teman-teman semua. Kita akan bisa lalui ini bersama dan berdiri lebih tegak lagi nanti,” tutur Alvin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.