Atalarik Syah Salat Jumat di Masjid karena Lebih Takut Tuhan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Atalarik Syah diatas catwalk memperagakan koleksi Batik Danar Hadi kolaborasi dengan desainer Chossy Latu bertajuk Solometrik di Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, Jakarta, 29 Oktober 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor Atalarik Syah diatas catwalk memperagakan koleksi Batik Danar Hadi kolaborasi dengan desainer Chossy Latu bertajuk Solometrik di Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, Jakarta, 29 Oktober 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Setelah ngotot menjalankan ibadah salat Jumat di zona merah COVID-19, Atalarik Syah akhirnya meminta maaf atas apa yang dikatakan sebelumnya mengenai ibadah salat Jumat di akun Instagram miliknya.

    "Saya Atalarik Syah ingin menyampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim se-Tanah Air atas perkataan saya yang membuat tersinggung atau kecewa saudara umat muslim," kata Atalarik di YouTube channelnya pada Selasa, 7 April 2020.

    Mantan suami Tsania Marwa itu juga menjelaskan bahwa dirinya dan umat Islam lainnya yang tetap menjalankan salat Jumat bukan tidak mematuhi anjuran pemerintah. Atalarik mengaku hanya sangat ingin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak boleh merasa takut kepada virus corona tetapi takut kepada Allah.

    "Saya dan mewakili yang lain yang masih menjalankan salat Jumat bukan berarti kami tidak mematuhi atau tidak mengindahkan himbauan saran pemerintah untuk tidak menjalankan ibadah salat Jumat terutama fatwa para ulama. Khususnya saya ini lagi menggebu-gebunya ingin belajar salat berjamaah saya lagi ingin memiliki keyakinan yang lebih terhadap Allah SWT. Ingin lebih yakin lagi, saya nggak boleh takut sama virus Corona tapi takut sama Allah SWT" kata Atalarik.Atalarik Syah. tabloidbintang.com

    Menurutnya, masjid bisa berperan penting dalam membantu menjalankan program pemerintah. "Karena di situ kan tempat berkumpulnya bapak-bapak, para laki-laki yang bisa meluaskan kepada sanak saudaranya di rumah terutama," kata Atalarik.

    Pria 46 tahun itu berpendapat bahwa seluruh tempat ibadah secara mandiri masih bisa melakukan perlindungan kepada jemaahnya sehingga tetap dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan tenang. "Seperti pembagian hand sanitizer, bisa bikin ruangan sterilisasi sebelum masuk ruang wudhu misalnya, hanya membuka satu akses ke dalam masjid, dan para jemaah secara pribadi bisa thermal scan, membawa masker sendiri, sajadah sendiri, dan bersalaman kan tidak diwajibkan," kata Atalarik.

    Atalarik Syah menjadi sorotan dan mendapatkan kritikan pedas dari netizen ketika keputusannya untuk tetap melaksanakan salat Jumat di saat imbauan melakukan social distancing. Dalam unggahan video yang kini sudah dihapus, Atalarik memperolok orang-orang yang memilih beribadah di rumah saja. Atalarik juga sempat menyinggung uang pembangunan masjid.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.