Wabah Corona, Maia Estianty Kaget Temukan Jawaban di Al Quran

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maia Estianty memakai masker buatannya sendiri untuk mengatasi kelangkaan masker di tengah wabah virus corona. Foto ini diunggah di Instagram pada 22 Maret 2020. Instagram.com/@maiaestiantyreal

    Maia Estianty memakai masker buatannya sendiri untuk mengatasi kelangkaan masker di tengah wabah virus corona. Foto ini diunggah di Instagram pada 22 Maret 2020. Instagram.com/@maiaestiantyreal

    TEMPO.CO, Jakarta - Maia Estianty sempat bertanya-tanya mengenai wabah corona yang terjadi hampir di seluruh dunia saat ini. Istri Irwan Musry itu tidak tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Sang Pencipta dengan menghadirkan virus corona yang memakan banyak korban jiwa itu.

    "Catatanku tadi malam. Saat menjelang tidur, seperti biasa aku kadang merenung sendiri, dan aku bergumam lirih dan bertanya-tanya pada Tuhanku. 'Ya Allah, mengapa Kau datangkan musibah virus corona yang mampu memporak porandakan umat manusia?'," tulis Maia di Instagramnya pada Selasa, 31 Maret 2020.

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Maia seperti biasa membuka Al Quran. Tidak disangka ketika dibuka, Maia menemukan surah Al Hajj (perjalanan Haji) ayat 45 yang tertulis "Berapalah banyaknya kota yang penduduknya telah kami binasakan, yang penduduknya dalam keadaan zalim/aniaya". Selain itu terlihat pula ayat 48 yang berbunyi "Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab/hukumanKU) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab/hukum mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu)".

    Melihat penggalan-penggalan ayat tersebut, Maia pun terkejut dengan apa yang ia temukan secara tidak sengaja itu. "Wow, perbuatan Zalim atau aniaya itu yang membuat aku tercengang. Mungkin selama ini kita semuanya menganiaya/menzalimi alam, orang sekitar, bahkan menganiaya diri sendiri," tulis Maia.

    Menurut pengertiannya, zalim atau aniaya itu merupakan bentuk dari kesombongan, keangkuhan, membanggakan diri, pamer kehebatan diri dan apa yang dimiliki, mengerjakan kejahatan termasuk mem-bully, saling mencela, dan memfitnah satu sama lain. "Dan menyembah selain Allah (lebih takut kepada pasangan, bos, takut ga punya uang, takut mati, takut kepada selain Allah). Menduakan Tuhan adalah dosa yang sangat di murkai Allah," tulis Maia.Penyanyi Maia Estianty, juga turut membuka galangan dana untuk menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19. Ung hasil donasi tersebut akan digunakan untuk membeli dan membagikan alat pelindung diri atau APD dan menanggung biaya pengobatan dan pemeriksaan COVID-19 untuk rakyat yang tidak mampu. Instagram/@maiaestiantyreal

    Ibu tiga anak itu juga sempat menyindir pihak-pihak yang selama ini selalu menyombongkan materi yang dimiliki. "Dan mereka yang tadinya diperbudak sesembahan uang, tahta, dan cinta kepada selain Allah, apakah uang dan tahta bisa menghilangkan virus corona? Dan menghidupkan yang telah meninggal? Tidak! Mana sesembahan-sesembahan kita yang lain? apakah bisa menyelamatkan kita? Tidak!" tulis Maia.

    Sebagai seorang muslim, Maia pun memohon maaf atas perbuatan umat manusia yang selama ini melakukan banyak kesalahan. "Maafkan kami HambaMu Yaa Allah, ampuni kami. Mungkin memang kami semua sedang dihukum, proses dihukum pun tidak bisa berhenti secepat membalik tangan. Allah Maha Pengampun dan Penyayang," tulis Maia.

    Ia menyadari betul bahwa apa pun yang diperbuat oleh umat manusia akan selalu diampuni, tetapi itu juga tidak bisa menghilangkan hukuman yang diberikan. "Supaya kita kembali menggantungkan segala sesuatu hanya kepadaNya dan berbuat baik untuk sesama," tulis Maia. Perempuan 44 tahun itu merasa bersyukur karena telah diingatkan dengan kehadiran virus corona ini. "Terimakasih Tuhanku yang telah mengingatkan kami semua. I love You. Ampunilah kami karena tiada satu pun manusia yang tidak melakukan dosa," tulis Maia Estianty .

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.