Sebelum Anaknya Meninggal, Karen Idol Tiga Hari Tak Bisa Tidur

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karen Pooroe atau Karen Idol. (Instagram - @karenpooroe)

    Karen Pooroe atau Karen Idol. (Instagram - @karenpooroe)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Karen Pooroe sedang berduka. Putri perempuan yang juga dikenal dengan nama Karen Idol itu  meninggal pada Sabtu, 8 Februari 2020, diduga karena terjatuh dari balkon apartemen.

    Karen mengaku merasakan firasat yang tak mengenakan beberapa hari sebelum kepergian Zefi, putrinya. Karen mengatakan dirinya sulit tidur selama tiga hari berturut-turut karena memikirkan sang putri.

    "Tiga hari sudah saya enggak tidur. Malam pada saat anak saya tidak ada, saya teks Arya (suami), saya teks ibunya juga, saya bilang please let me see my daughter, please. Aku mau ketemu anak aku," kata Karen Pooroe saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu, 9 Februari 2020.

    Kerinduan Karen akan sosok anak perempuannya yang baru berusia enam tahun tak terbendung. Namun dia harus menerima kenyataan lain karena tidak dapat bertemu dengan sang putri sampai akhir hayatnya.

    "Enggak mungkin dia enggak cari saya. Enggak mungkin dia enggak tanya saya," terangnya.

    Jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2004 itu sempat tak percaya ketika pertama kali mendengar kabar meninggalnya putri semata wayang itu.

    "Ternyata pada saat itu jam satu pagi saya teks mereka untuk bisa janjian besoknya telepon Zefi, ternyata anak saya sudah enggak ada. Saya enggak tidur. Bisa tanya orang rumah, saya enggak tidur sampai jam tujuh pagi dan itu tiga hari berturut-turut,"kata Karen Idol.

    Karen Idol dan suaminya, Arya Satria Claproth saat ini tengah menjalani proses perceraian mereka. Selama enam bulan ini Zefi tinggal bersama Arya. Karen mengaku dibatasi untuk bertemu dan berkomunikasi dengan putrinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.