Nada Klasik Musisi Cilik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Gadis cilik bernama Fiona Krista berdiri memegang biola. Di sampingnya, duduk seorang pianis cilik, Victor Nathanael, menghadap piano. Segera setelah memberi salam kepada penonton, keduanya langsung memainkan komposisi Concerto in G Major K.216 karya Mozart, bagian Allegro (dengan Cadenza).Gesekan cepat biola Fiona seirama dengan dentingan piano. Tempo cepat tidak membuat dua bocah yang duduk di bangku sekolah menengah pertama itu kehilangan ritme. Mereka bermain indah, sahut-menyahut. Komposisi itu diakhiri dengan permainan biola yang mengalun solo dan ditutup dengan piano tunggal Victor.Mereka salah satu penampil dalam acara Gala Konser Jakarta International Summer Music Festival (JISMF) di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat malam lalu. Lebih dari seratus anak-anak tampil membawakan berbagai komposisi klasik. Mereka adalah anak-anak berusia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang berasal dari Medan, Makassar, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Sekolah Musik Jakarta. Penampilan pada malam itu merupakan puncak dari rangkaian acara selama dua minggu yang diadakan oleh Sekolah Musik Jakarta. Sepanjang dua pekan itu, anak-anak tersebut diberikan berbagai program kegiatan musik yang intensif oleh musisi pengajar dari berbagai negara. Para pengajar itu adalah Andrew Massey (Amerika), Pamela Wedgwood (Inggris), Lisa Laskowich (Amerika), Ichiro Kato (Jepang), dan Juliana May (Amerika). Turut ambil bagian pasangan duo musisi Indonesia, Jap Tji Kien dan Kuei Pin Yeo.Anak-anak belia itu dibimbing dan diajari bagaimana merancang, membuat, memainkan dan mengembangkan musik mereka. Mereka juga belajar teater musikal yang turut ditampilkan pada malam Gala Konser itu. Tengoklah tingkah-tingkah bocah cilik itu menyanyikan lagu-lagu "berat" berbahasa asing, seperti Inggris, Italia, Jerman, dan Latin, dengan koreografi gerakan yang lucu.Kesalahan baris-berbaris menjadi hiburan sendiri buat penonton yang tak kuasa menahan senyum atas pola tingkah anak-anak itu. Pergantian dari satu tim kor dengan tim lainnya membuat panggung seolah bergerak dinamis. Nyanyian nyaring mereka diiringi piano yang dimainkan dengan indah oleh Lisa, yang sekaligus bertindak selaku konduktor. Selain anak-anak, Gala Konser itu juga diisi kolaborasi antara murid dan guru. Tengoklah bagaimana Veronica Verina membawakan lagu Before I Gaze at You Again karya Lerner dan Loewe, dengan diiringi piano Lisa. Vibra suara ala seriosa Veronica menegaskan kualitas suara yang dimilikinya. Menurut Direktur Musik dan Artistik JISMF Kuei Pin Yeo, Gala Konser itu sengaja diadakan dan dibuka untuk umum guna memberi kesempatan bagi anak didiknya tampil di depan umum. "Sekaligus berbagi pengalaman (tampil) bersama," kata Yeo kepada Tempo. Peraih gelar doktor musik pertama dari Indonesia ini mengatakan pengalaman tampil di panggung tidak dapat digantikan dengan pelajaran apa pun. "Kan, kalau mereka latihan melulu, jenuh juga," ujar salah satu maestro piano Indonesia ini. Memang, pada bagian awal konser, beberapa anak yang tampil masih tampak gugup.Salah satu catatan lainnya adalah proses penataan panggung yang terasa lama karena harus menggeser piano dan kursi-kursi tempat orkestra. Seharusnya, tata urutan acara disesuaikan dengan kebutuhan tata panggung sehingga lebih praktis dan penonton yang duduk di belakang Tempo tidak perlu lagi mengucapkan, "Ribet amat." TITO SIANIPAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.