Alasan Ussy Sulistiawaty Hapus Menu Jengkol dari Restorannya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ussy Sulistiawaty. Dok. Istimewa

    Ussy Sulistiawaty. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, JakartaUssy Sulistiawaty merayakan ulang tahun yang pertama bisnis restorannya Bakoel Ussy pada Jumat, 11 Oktober 2019. Di usia satu tahun ini, penyanyi 38 tahun ini mengubah konsep penyajian dan menu yang dihidangkan.

    Salah satu jenis makanan yang tak ada lagi di daftar menu adalah jengkol. "Aku pribadi tidak suka makan jengkol karena bau," kata Ussy Sulistiawaty di Bakoel Ussy di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

    Selama setahun berdiri, Bakoel Ussy menyediakan hidangan berbahan jengkol karena mengusung tema masakan rumahan dan jengkol masih banyak disuka. Perubahan menu ini, menurut dia, juga lantaran memasuki tahun kedua ada perubahan tema masakan Bakoel Ussy dari hidangan khas Sunda menjadi Masakan Nusantara.

    Ditambah lagi evaluasi dari pilihan menu pengunjung ke Bakoel Ussy selama setahun terakhir. "Kami melihat apa yang pengunjung suka dan mengikuti keinginan mereka," ucap Ussy seraya menjelaskan di sekitar restorannya banyak terdapat perkantoran, sekolah, dan perumahan.

    Tumpeng perayaan satu tahun restoran Bakoel Ussy milik selebriti Ussy Sulistiawaty. Dok. Istimewa

    Mengenai penyajian, Ussy Sulistiawaty menambahkan, tidak lagi disajikan di depan seperti warteg, melainkan diantar ke meja pelanggan. "Kami ingin makanan lebih fresh," kata Ussy Sulistiawaty.

    Untuk makanan protein, Bakoel Ussy menyediakan berbagai jenis menu dari daging, ayam, dan ikan. Berbagai pilihan menu di antaranya Pindang Iga, Iga Penyet Bakar, dan Iga Penyet Goreng. Sedangkan variasi bahan ayam, misalnya Ayam Cabe Rempah, Ayam Goreng Kuning atau geprek dan Ayam Bakar Madu. Untuk ikan, Bakoel Ussy memberikan menu Mangut Pari dan Gurame Pecak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.