Gambar Perjamuan Terakhir di Peti Arswendo, Ini Kata Keluarga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak keluarga memilih peti bergambar Perjamuan Malam Terakhir Yesus untuk budayawan Arswendo Atmowiloto. Peti tersebut berwarna merah marun.

    "Kalau Perjamuan karena memang dia Katolik ya. Terus kalau warna itu memang pilihan keluarga, Ibu (isteri Arswendo, Agnes Sri Hartini) yang pingin," kata Teni yang membawa peti itu dari Gereja Katolik Santo Matius Penginjil di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat, 19 Juli 2019.

    Dari pantauan Tempo, peti tersebut sampai ke rumah duka di Jalan Pulogayung, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan sekitar pukul 22.19 dengan menggunakan mobil ambulans. Bagian atas peti terlihat ada satu salib berwarna kuning keemasan.

    Suasana rumah duka Arswendo Atmowiloto di Jalan Pulogayung, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juli 2019 dipadati orang yang datan melayat. Tempo/M Yusuf Manurung

    Teni mengatakan, Arswendo dan dia merupakan jemaah di gereja yang sama. Rencananya, acara Misa Requiem juga akan dilaksanakan di Gereja Matius pada Sabtu, 20 Juli 2019 pukul 10.00.

    Putri Arswendo, Caecilia Tiara mengatakan bapaknya meninggal dunia di rumah pada pukul 17.38 WIB. Pria kelahiran Solo itu wafat dalam usia 70 tahun karena penyakit kanker prostat. "Bapak meninggalkan satu isteri, tiga anak dan enam cucu," kata dia.

    Dari pantauan Tempo di rumah duka pada Jumat malam, sejumlah figur dari kalangan penulis dan artis serta sutradara hadir melayat Arswendo Atmowiloto yang rencananya dimakamkan hari ini Sabtu, 20 Juli 2019. Mereka Angga Dwimas Sasongko, Nirina Zubir, Olivia Zalianty, Bre Redana, Seno Gumira Ajidarma, Slamet Rahardjo dan Novia Kolopaking. Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga terlihat datang semalam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.