Sherina Munaf Komentari Kerusuhan 22 Mei: Sejarah Mencatat

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Sherina Munaf pemeran Anggini dalam film Wiro Sableng saat menghadiri peluncuran poster karakter film Wiro Sableng 212 di Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Sherina Munaf pemeran Anggini dalam film Wiro Sableng saat menghadiri peluncuran poster karakter film Wiro Sableng 212 di Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Sherina Munaf ikut prihatin dengan kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei 2019. Melalui Twitter-nya, pemilik nama asli Sinna Sherina Munaf itu memberikan pendapatnya lewat dua cuitan, dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

    Di tulisan tersebut, Sherina tampaknya begitu miris terhadap kerusuhan yang terjadi. Ia pun menuliskan pesan kepada para pemicu kerusuhan dengan mengatakan peristiwa tersebut akan tercatat dalam sejarah.

    "Terlepas dari pandangan politik, Kepada yang berbuat keributan, merusak infrastruktur, dan melukai saudara satu negara, terlebih lagi di bulan suci yang seharusnya berjalan damai: Kisah macam inikah yang kalian ingin sejarah kenang? Sejarah mencatat," begitu isi cuitan Sherina Munaf.

    Cuitan itu pun mendapat cukup banyak respons. Sampai berita ini ditulis, unggahan Sherina Munaf tersebut telah dibagikan ulang 8,4 ribu kali dan disukai 5,6 ribu akun.

    Seperti diketahui, kerusuhan terjadi sebagai buntut dari demonstrasi yang dilakukan sejumlah pihak yang tak terima dengan hasil Pemilu 2019 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Turut disinyalir ada pihak lain yang juga memanfaatkan suasana untuk melancarkan agenda tersendiri.

    Baca juga: Kerusuhan 22 Mei, Bangunan Terbakar di Perempatan Sabang Jakpus

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.