Shaggydog Sampai FSTVLST Ajak Milenial Tolak Golput di Pemilu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah musikus akan tampil mengkampanyekan gerakan tolak golput 100%in Jogja pada Jumat, 22 Maret 2019 di Mandala Krida Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Sejumlah musikus akan tampil mengkampanyekan gerakan tolak golput 100%in Jogja pada Jumat, 22 Maret 2019 di Mandala Krida Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah musikus Yogyakarta bakal turun aksi dalam satu panggung lewat gerakan 100%in Jogja di Stadion Mandala Krida pada Jumat, 22 Maret 2019. Gerakan itu menyasar generasi milenial agar peduli dan mau menggunakan hak pilih mereka alias tidak golput pada Pemilu 2019 yang akan datang.

    Baca: Slank Bicara Golput di Pemilu: Seksi atau Cemen?

    Sejumlah grup musik yang terlibat dalam gerakan itu antara lain Shaggydog, Jogja Hiphop Foundation, FSTVLST, Bravesboy, NDX dan Rakitikar. Grup musik itu selama ini dikenal memiliki basis massa cukup besar tak hanya di Yogyakarta tapi juga Jawa Tengah yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah pemilih terbanyak di tanah air.

    “Menurut kami, saat ini cukup banyak kaum muda yang berpikir skeptis tentang politik. Padahal politik itu penting untuk mewujudkan kehidupan bernegara sesuai demokrasi yang dianut Indonesia,” ujar Ketua Panitia 100%in Jogja Ishari Sahida atau kerap disapa Ari Wulu, pada Kamis petang 14 Maret 2019. Ari menuturkan lewat gerakan 100%in Jogja sebenarnya bukan untuk mengajak anak muda berpolitik praktis, melainkan menekankan bahwa mereka pemegang hak pilih terbesar Indonesia yang 40 persennya merupakan milenial.

    Jargon ‘merebut suara milenial’ ini belakangan disuarakan kalangan politikus karena menyadari potensi terbesar suara memang dari kalangan itu. “Lewat gerakan ini kami sebenarnya hanya ingin mengajak anak muda jangan risih bicara politik. Malah bahaya kalau sampai tak peduli karena kita hidup dalam bangsa yang berjalan dengan sistem itu,” ujarnya.

    Sejumlah musikus akan tampil mengkampanyekan gerakan tolak golput 100%in Jogja pada Jumat, 22 Maret 2019 di Mandala Krida Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Dari pertimbangan itu akhirnya Ari mencoba melobi sejumlah jaringannya dan berembuk gerakan apa paling tepat mendekati anak muda agar melek politik dan terutama mau dengan bijak menggunakan hak pilihnya. Akhirnya tercetus konsepnya lewat konser musik. Ari menegaskan meskipun gerakan ini konteksnya mengajak kaum muda melek politik, namun pihaknya menjamin acara ini bebas sepenuhnya dari kepentingan politik.

    Baca juga: Petisi Anti Golput Jadi Tiket Masuk Konser Band Metal di Solo

    Ada aturan tegas di dalam acara ini tak boleh ada satu pun hal berbau politik praktis. Tidak boleh ada atribut partai, gambar calon presiden, salam calon presiden, calon legislatif, dan apapun itu yang berbau kepentingan politik tertentu. “Misi yang diusung hanya mengajak kaum muda mensukseskan pemilu dengan menggunakan hak pilih. Titik,” ujarnya.

    Heru Wahyono vokalis band ska asal Yogya, Shaggydog megatakan sebelum mengikuti dalam gerakan 100%in Jogja ini, dia bersama rekan bandnya mengkaji dulu latar belakang acara itu. Termasuk sponsorship yang mendukungnya apakah terlibat politik praktis. “Kami akhirnya bersedia ikut setelah mengetahui gerakan ini tak ada unsur politik praktisnya. Shaggydog tak mau terlibat politik praktis,” ujarnya.

    Acara 100%in Jogja itu nantinya akan dimulai pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB. Acara tersebut digelar gratis di mana penonton hanya harus mengisi petisi gerakan Indonesia Nyoblos saat hendak memasuki venue Mandala Krida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.