Dokter Jelaskan Infeksi Paru-paru yang Diderita Pretty Asmara

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nama Pretty Asmara semakin melonjak sejak memerankan tokoh antagonis di sinetron anak Saras 008. Dalam sinetron tersebut Pretty memerankan Mbul, musuh Saras 008, dimana sinetron tersebut fenomenal pada era '90-an. instagram.com

    Nama Pretty Asmara semakin melonjak sejak memerankan tokoh antagonis di sinetron anak Saras 008. Dalam sinetron tersebut Pretty memerankan Mbul, musuh Saras 008, dimana sinetron tersebut fenomenal pada era '90-an. instagram.com

    TEMPO.CO, JakartaPretty Asmara meninggal di usia 41 tahun pada Ahad pagi, 4 November 2018 di RS Pengayoman, kawasan LP Cipinang, Jakarta Timur. Pihak rumah sakit menyebutkan aktris pemain sinetron Saras 008 itu meninggal karena ada masalah pada paru-paru dan hati.

    Dokter Daniel, Kepala RS Pengayoman menerangkan penyakit yang diderita Pretty Asmara sudah lama. Alasannya, sejak masuk rumah sakit sudah diketahui ada infeksi pada organ penting.

    "Kemungkinan (penyakit) ada sebelum masuk ke Rutan. Karena proses infeksi di paru-paru itu dengan proses infeksi di hati langsung seketika. Mungkin prosesnya lama ya, sebelum masuk rutan sudah ada penyakit sebelumnya. Cuma mungkin almarhumah enggak pernah check-up, pas masuk rutan baru keluar gejalanya," ungkap Dokter Daniel di RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Ahad 4 November 2018.

    Lantas apakah gaya hidup Pretty Asmara menjadi pemicu yang membuatnya sakit paru dan hati? "Ya mungkin. Kan almarhumah ada riwayat pakai narkoba, setiap pasien masuk ke kami itu ada riwayat pakai narkoba, kita periksa semua faktor-faktor pendukung. Termasuk pemeriksaan paru-paru, HIV, tapi negatif semua. Jadi dia murni karena infeksi paru-paru," terang dokter Daniel.

    Baca: Pretty Asmara Bolak-balik Masuk Rumah Sakit Sejak Dipenjara

    Jenazah Pretty Asmara pada Ahad sore dibawa ke bandara Soekarno Hatta, untuk diterbangkan ke Lumajang, Jawa Timur dan dimakamkan di tanah kelahirannya.

    TABLOIDBINTANG.COM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.