Senin, 10 Desember 2018

Megadeth Undang Jokowi dan Ganjar Pranowo Datang ke JogjaROCKarta

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megadeth

    Megadeth

    TEMPO.CO, Jakarta -Grup band trash metal asal Los Angeles, California, Amerika Serikat, Megadeth dipastikan tampil di acara musik JogjaRockarta: International Rock Music Festival. Festival musik rock itu akan digelar pada 27 Oktober 2018 mendatang di Stadion Kridosono Yogyakarta.

    Grup musik yang kini digawangi oleh Dave Mustaine (vokal/gitar), David Ellefson (bass), Kiko Loureiro (gitar) dan Dirk Verbeuren (drum) itu tampak sudah tak sabar tampil kembali di Indonesia.

    Di tengah panasnya suhu politik menjelang Pilpres 2019, Megadeth secara secara khusus mengundang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk hadir menyaksikan konser JogjaROCKarta.Megadeth mengundang Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo menonton konsernya. Twitter

    "We are hoping Indonesian President, Joko Widodo and Governor Ganjar Pranowo will accept our invitation to see us preform in Jogjakarta on Oct 27. We can’t wait to play JogjaROCKarta and meet you both there," tulis akun resmi Megadeth di Twitter, Rabu, 19 September 2018.

    Sementara itu, Anas Syahrul Alimi selaku promotor dari CEO Rajawali Indonesia Communication mengatakan pihaknya sudah melayangkan undangan secara resmi kepada Jokowi tersebut untuk hadir dalam helatan JogjaROCKarta 2018.

    Baca: Megadeth Manggung di JogjaRockarta 2018, Ini Harga Tiketnya

    "Kami sebagai promotor mengundang Presiden Joko Widodo untuk bisa menghadiri JogjaROCKarta 2018 nanti. Kami telah mengirimkan undangan resmi kepada Bapak Presiden, dan suatu kehormatan tentunya jika beliau berkenan hadir," kata Anas Syahrul Alimi kepada wartawan.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.