Senin, 17 Desember 2018

Goenawan Mohamad Rilis Novel Perdana, Surti + Tiga Sawunggaling

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Goenawan Mohamad menandatangani novel perdananya Surti dan Tiga Sawunggaling di Hotel Monopoli, Jakarta Selatan. Kamis, 13 September 2018. TEMPO/Aisha Shaidra

    Goenawan Mohamad menandatangani novel perdananya Surti dan Tiga Sawunggaling di Hotel Monopoli, Jakarta Selatan. Kamis, 13 September 2018. TEMPO/Aisha Shaidra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah tiga burung sawunggaling yang kerap keluar pada malam hari dari kain mori yang digambar Surti kini tersaji dalam bentuk novel. Kisah ini mulanya disusun Goenawan Mohamad dalam sebuah naskah lakon.

    Goenawan menyebutkan alasan ia mengembangkan naskah lakon Surti + Tiga Sawunggaling lantaran ia ingin bereksperimen membuat karya dalam bentuk baru. “Saya belum pernah membuat novel. Jadi mau mencoba karena bahannya sudah ada,” ujar Goenawan saat ditemui Tempo di Hotel Monopoli, Jakarta Selatan, Kamis 13 September 2018.

    Goenawan Mohamad mengembangkan naskah lakon Surti + Tiga Sawunggaling dalam waktu empat bulan. Dalam kurun tersebut ia melengkapi nakah dengan melakukan serangkaian proses riset.  “Naskah Surti ini dirombak lagi. Dalam naskah lakon tak ada kota jadi saya melakukan surve tempat,” tuturnya.

    Novel terbaru Goenawan Mohamad, Surti + Tiga Sawunggaling. (ISTIMEWA)

    Degayu menjadi salah satu lokasi yang dimaksud Goenawan. Daerah di kawasan Pekalongan Utara ini menjadi latar tempat Surti, tokoh utama novel ini berada. Berikut dengan peristiwa di era kemerdekaan. Goenawan Mohamad merasa cukup tertolong saat memerlukan deskripsi soal kawasan pantai utara Jawa, “Saya lahir di sana,” ujarnya.

    Menulis novel lanjutnya, menjadi sebuah pengalaman yang asyik. Melakukan riset, membuat deksripsi yang lebih terang, serta mengembangkan adegan yang mustahil namun masih bisa diterima dan asyik dinikmati. Meski karyanya ini sebuah produk fiksi, keberadaan unsur fantasi di dalamnya juga dilatari peristiwa nyata yang kuat.

    Baca: Goenawan Mohamad Gelar Pameran Lukisan Tunggal Warna

    Surti + Tiga Sawunggaling adalah kisah tentang tiga ekor burung sawunggaling yang tiap malamnya keluar dari kain yang dibatik seorang perempuan bernama, Surti. Tiga burung ini kerap membawa kisah yang senantiasa membuat Surti terhibur. Burung-burung ini kerap membawakan cerita tentang Jen, seorang komandan gerilya, aktivis pergerakan yang mati dibunuh tentara Belanda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".