Minggu, 21 Oktober 2018

Goenawan Mohamad Gelar Pameran Lukisan Tunggal 'Warna'

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budayawan Goenawan Mohamad mengelar Pameran Lukisan Solo bertajuk Warna. Twitter.com/@Gm_gm

    Budayawan Goenawan Mohamad mengelar Pameran Lukisan Solo bertajuk Warna. Twitter.com/@Gm_gm

    TEMPO.CO, Jakarta -Sastrawan Goenawan Mohamad menggelar sebuah pameran lukisan bertema ‘Warna’. Sekitar 30 lukisan berukuran 3x29,5 cm terpajang di dua panel panjang yang saling berhadapan tepat di samping Faber-Castell Plaza Senayan, Jakarta.

    Baca: Mayoritas Lukisan Koleksi Museum Terrus di Prancis Palsu

    Pameran ini berlangsung sejak 30 Mei hingga 20 Juni mendatang. Lukisan yang dipamerkan merupakan karya yang dibuat dengan dua media alat lukis yakni polychromos dan pitt artist pen produk keluaran Faber-Castell.

    Managing Director PT. Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim menuturkan digelarnya pameran ini merupakan upaya apresiasi atas karya seni lukis yang ditekuni Goenawan Mohamad belakangan ini. “Mengamati lukisan di pameran karya beliau bisa jadi ajang latihan reka pesan tersirat yang ada di dalam setiap goresan karyanya,” tutur Yandramin seperti tertuang dalam katalog ‘Warna’.

    Menurut Goenawan Mohamad, warna tak sekadar mengulag apa yang tampak oleh seorang perupa di dunia benda-benda. “Warna punya petualangannya sendiri.”

    Petualangan bermain warna dengan medium yang disediakan Fabel-Castell yang dituangkan Goenawan lewat lukisan-lukisannya, dianggapnya sebagai sebuah peluang mengasyikan. “Seraya bekerja, saya merasakan gambar—seburuk apapun—adalah seperti sulap: dari yang tak ada menjadi ada, dari alam menjadi lepas alam.”

    Dari puluhan lukisan yang ditampilkan, Goenawan nampak mengelompokkan beberapa lukisan yang memiliki tema serupa di antaranya wayang potehi hingga mencapai 10 jenis, lalu ada lukisan topi sebanyak 3 jenis, Mbakyu hingga 5 jenis lukisan. Sisanya ada kitab wahyu, beberapa karakter wayang, serta binatang.

    Selain bisa dinikmati sembari mengunjungi pusat perbelanjaan, karya-karya tersebut juga dapat dibeli. Berdasarkan pantauan Tempo saat berkunjung semalam, sudah ada beberapa lukisan yang ditandai terjual terutama untuk beberapa karya wayang potehi.

    Ini bukan kali pertama seorang Goenawan Mohamad mempertunjukan karyanya di bidang seni lukis. Sebelumnya, sebanyak 25 sketsa berbeda karya Goenawan Mohamad sempat dipamerkan di toko buku ak.’sa.ra, Pacific Place, Jakarta dengan mengusung tajuk "Another Stage". Karya tersebut dipamerkan tahun lalu pada bulan Juli. Sebelum itu karya dipamerkan di studio seniman Djoko Pekik, Yogyakarta, dan Dia.Lo.Gue, Jakarta. Berbeda dengan pameran yang digelar dengan Faber-Castell kali ini, karya Goenawan Mohamad sebelumnya menggunakan medium pena, pensil, pena dan pensil, serta tinta dan pastel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.